Menyongsong Abad 21, Mahasiswa UIM Gelar Pekan Edukasi

Menyongsong Abad 21, Mahasiswa UIM Gelar Pekan Edukasi
Pelaksanaan Pekan Edukasi yang diselenggarakan oleh peserta PKL UIM Pamekasan. (Foto: NU Online/Sulaiman)
Pelaksanaan Pekan Edukasi yang diselenggarakan oleh peserta PKL UIM Pamekasan. (Foto: NU Online/Sulaiman)

Pamekasan, NU Online

Dalam rangka menyongsong abad ke-21, Mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Jawa Timur menggelar Pekan Edukasi yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (24-26/2) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa yang sedang menjalankan tugas Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan guna mempersiapkan generasi emas untuk masa depan bangsa lebih baik. Ratusan santri yang masih mengenyam pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) sangat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula Yayasan Asy'ariyah Lantai 3 tersebut.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Moh. Basrullah mengungkapkan, melihat tantangan zaman ke depan yang sudah tidak mudah lagi, maka perlu diadakan edukasi santri, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi. Siapapun yang tidak bisa mengikuti perkembangan di abad ke- 21 ini, akan tergilas dengan sendirinya.

 

"Santri sekarang itu harus survive, bisa menjadi pengendali keadaan dan tidak gampang terbawa arus. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Tidak boleh tidak, generasi penerus harus dipersiapkan sebaik mungkin," jelas Moh. Basrullah saat ditemui NU Online, Selasa (25/2).

 

Dikatakannya, pintar saja sekarang tidak cukup. Santri juga dituntut untuk bisa menguasai teknologi sehingga orang-orang yang lahir dari pesantren mampu bersaing setelah terjun ke masyarakat.

 

"Santri sekarang harus juga melek teknologi. Kita tidak mau mendengar lagi, ceritanya santri itu gaptek. Teknologi sudah masuk ke semua lini kehidupan, santri tidak boleh ketinggalan," tambah aktivis PMII Universitas Islam Madura tersebut.

 

Namun Arul, sapaan akrabanya, menginginkan agar perkembangan teknologi ini tidak banyak menimbulkan perilaku negatif. Seperti dengan adanya handphone yang bisa membuat semuanya semakin mudah, mulai dari bisa berkomunikasi jarak jauh hingga bertransaksi tanpa menghabiskan waktu banyak.

 

"Kemudahan berkomunikasi dan transaksi ini jangan dibiarkan menimbulkan hal yang tidak baik. Contoh, penyalahgunaan narkoba salah satunya. Teknologi ini jika tidak disikapi dengan baik, justru akan malah membuat kita hancur," tukasnya.

 

Pihaknya juga mengajak semua elemen untuk bersama-sama melakukan edukasi kepada generasi muda agar tidak mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak menguntungkan bagi dirinya dan orang lain.

 

Kontributor: Sulaiman

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile