Lima Pekerjaan Rumah Kampus Agama Islam Agar Naik Kelas

Lima Pekerjaan Rumah Kampus Agama Islam Agar Naik Kelas
Raker Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk mengawali realisasi tahun anggaran 2020 di Ciloto, Jawa Barat. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Raker Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk mengawali realisasi tahun anggaran 2020 di Ciloto, Jawa Barat. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Ciloto, NU Online       
Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk mengawali realisasi tahun anggaran 2020 di Ciloto, Jawa Barat, Jumat (28/2).
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin memberikan pesan-pesan strategis kepada jajaran pejabat dan Jabatan Fungsional Umum (JFT) yang menangani pendidikan tinggi keagamaan Islam. 
 
“Kita harus naik kelas, jangan hanya menjalankan yang sudah ada dan bersifat rutinitas untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi,” katanya.  
 
Pesan pertama yang disampaikan Kamaruddin Amin adalah anggaran pengembangan PTKI termasuk yang negeri atau PTKIN yakni harus berorientasi kepada mutu dan kualitas, di antaranya untuk target akreditasi internasional. 
 
“Saat ini baru dua PTKIN yang terakreditasi internasional dengan 4 program studi.  Ke depannya perlu terus ditingkatkan,” katanya.
 
Dalam pandangannya, PTKIN yang saat ini telah terakreditasi A harus ditargetkan terakreditasi internasional, karenanya pastikan program untuk mendukung akreditasi tersebut. 
 
Pesan kedua kata alumni Born Univercity Jerman tersebut adalah menargetkan penambahan guru besar yang saat ini baru mencapai 530 profesor. 
 
“Seharusnya kita mempunyai minimal satu profesor dari masing-masing program studi yang ada,” tegas guru besar hadits UIN Alauddin Makasar ini. 
 
Untuk itu lanjut Kamar, jajaran Diktis harus mempunyai orientasi program yang terukur baik output maupun outcome untuk akselerasi guru besar. 
 
“Pastikan bahwa anggaran kita cukup untuk melakukan akselerasi guru besar sehingga proses internasionalisasi PTKI segera terwujud,” pintanya. 
 
Pesan ketiga adalah target untuk PTKIN mempunyai jurnal terakreditasi internasional (terindeks scopus). Kamar menyesalkan masih ada Universitas Islam Negeri yang belum mempunyai jurnal terakreditasi. 
 
Kamar meminta kepada pejabat eselon III dan IV PTKI agar bersinergi dan berkolaborasi dengan PTKIN, agar dari 5 jurnal yang terakteditasi internasional saat ini, bertambah secara signifikan. 
 
“Rasanya naif kita bicara kualitas internasional, tetapi hal yang fundamental seperti jurnal belum teratasi dengan baik,” terangnya. 
 
Dirinya mengajak semua kalangan harus ikut mereview program di PTKIN agar terarah dan terukur mendukung kualitas dan mutu pendidikan tinggi, karena  mempunyai otoritas untuk itu.
 
Pesan kelima yang tidak kalah pentingnya adalah mendampingi dengan baik sejumlah anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tinggi Islam, seperti SBSN 6in One, program 4in one yang dibiayai Islamic Development Bank (IDB), Program UIII dan proyek Saudi Fund Development (SFD). 
 
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim GP mengatakan kendatipun anggaran tahun 2020 kurang menggembirakan, tetapi harus berkomitmen pada mutu dan kualitas. 
 
“Kita harus bersinergi baik dalam cara kerja maupun implementasi anggaran agar lebih optimal,” katanya. 
 
Di hadapan 60 pejabat eselon III, IV, perencana dan keuangan, Arskal Salim mensosialisasikan aplikasi simpel untuk meningkatkan tata kelola persuratan dan disposisi. 
 
Raker dibuka secara resmi Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dilaksanakan pada Kamis hingga Sabtu (27-29/2). 
 
Nampak hadir Syafi’i Kasubdit Ketenagaan, Mamat Salamat Burhanuddin Kasubdit Akademik, Ruchman Basori Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, M Adib Abdushsomad Kasubdit Kelembagaan dan Kerja sama, Suwendi Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Abdullah Hanif Kasubbag Tata Usaha. 
 
 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile