Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Matan Jabar: Bertarekat Tak Harus Nunggu Tua

Matan Jabar: Bertarekat Tak Harus Nunggu Tua
Pelantikan PC Matan Subang, Jabar (Foto: NU Online/Aiz Luthfi)
Pelantikan PC Matan Subang, Jabar (Foto: NU Online/Aiz Luthfi)
Subang, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Matan) Jawa Barat, H Ajid Thohir mengatakan, bagi sebagian masyarakat ada anggapan bahwa pelaksanaan ajaran tasawuf melalui pengamalan ajaran tarekat hanya pantas dilakukan oleh mereka yang sudah sepuh dan kuat dari berbagai godaan duniawi.
 
"Padahal sebenarnya pernyataan itu tidak tepat, karena anak muda pun sangat dianjurkan untuk masuk salah satu tarekat mu`tabarah," ungkapnya.
 
Demikian itu disampaikan pada acara Manaqib Kubro Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) dan Pelantikan PC Matan Kabupaten Subang yang digelar di Kantor PCNU Jumat (28/2) malam.
 
"Matan ini dibentuk atas inisiasi dari Rais Aam Jatman Habib Luthfi bin Yahya. Beliau menginginkan bahwa anak-anak muda terlebih lagi para mahasiswa bisa menjadi seorang salik milenial," ujar Kang Ajid.
 
Pengurus Matan tambahnya, tidak harus diisi oleh para mahasiswa saja, semua pemuda atau mereka yang berjiwa muda diperbolehkan masuk dalam jajaran pengurus Matan dengan catatan ada keinginan untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran tasawuf.
 
"Apapun latar belakang pemuda itu mau pedagang, karyawan, musisi, dan sebagainya bisa masuk Matan bahkan di Bandung kami ada yang namanya Komuji, Komunitas Musisi Mengaji,"ungkap Sejarawan UIN Bandung itu.
 
Lebih lanjut Kang Ajid menambahkan, masyarakat perkotaan sudah mulai menyadari betapa pentingnya 'asupan makanan' untuk dimensi spiritual, karena saat ini di perkotaan sudah banyak bermunculan kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, manakiban, dan sejenisnya.
 
"Apalagi di era industri yang serba materi seperti zaman sekarang ini, seolah ada kekeringan batin sehingga mereka mulai menyukai dengan kegiatan-kegiatan pengajian, yasinan, manakiban, dan sebagainya karena hal itu bisa menenangkan," paparnya.
 
Para pemuda kata dia, cukup rentan disusupi ajaran radikalisme apalagi bagi mereka yang baru dan mulai senang dengan pelajaran agama, namun demikian ajaran radikalisme ini tidak akan masuk kepada para pemuda yang mampu mengimbanginya dengan ajaran tasawuf.
 
"Para pengurus Matan Insyaallah tidak akan terbawa ajaran radikalisme karena dimensi spiritualnya telah terisi dengan ajaran tarekat," pungkasnya.
 
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pengurus Jatman, PCNU berikut lembaga dan Banom serta para jamaah pengajian itu, Kang Ajid juga melaporkan bahwa saat ini sudah terbentuk 13 pengurus cabang yang tersebar di 13 Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Barat.
 
Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile