Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Terkait Corona, 'Pemerintah Harus Buktikan Penanganan dan Langkah Strategis'

Terkait Corona, 'Pemerintah Harus Buktikan Penanganan dan Langkah Strategis'
Anggota Komisi IX DPR RI, M Nabil Haroen. (Foto: Pagar Nusa)
Anggota Komisi IX DPR RI, M Nabil Haroen. (Foto: Pagar Nusa)
Jakarta, NU Online
Terkait dengan merebaknya virus corona yang mengglobal, Pemerintah Indonesia harus melangkah lebih maju dengan menyampaikan persiapan Kementerian Kesehatan untuk mencegah merebaknya virus ini. Pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah strategis untuk rehabilitasi korban.

Anggota Komisi IX DPR RI, M Nabil Haroen menyampaikan hal itu, Senin (2/3). 
 
Hingga saat ini, sebut Nabiel, lebih dari 50 negara terjangkit virus corona, serta menyebabkan kematian. Di antara negara-negara itu, yakni Jepang, Singapura, Italia, Malaysia dan Iran. 
 
Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengumumkan, Senin (2/3), ada dua pasien yang terjangkit virus corono. Keduanya, yakni seorang ibu umur 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun. Mereka terjangkit virus corona setelah kontak dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Selanjutnya, kedua pasien ini diisolasi untuk perawatan di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
 
Baca: 
 
 
Menurut Nabil, Pemerintah Indonesia harus lebih sigap, cermat sekaligus teliti untuk menangani korban virus corona. Kementerian Kesehatan juga harus menyampaikan kepada publik bagaimana langkah-langkah dan alur jika seseorang merasa terjangkit virus corona, harus ke mana dan menghubungi siapa.
 
"Ini penting karena sejauh ini langkah-langkah yang ada masih samar. Perlu tahapan konkret yang menghubungkan antarsektor, Kementrian Kesehatan, Imigirasi, Kementrian Luar Negeri, dan lainnya," ujar Nabil.
 
Pemerintah Indonesia harus terbuka terkait informasi penyebaran virus corona, serta berapa jumlah yang terjangkit. Nabil menyebut, beberapa waktu lalu, Direktur Jendral WHO (World Healt Organization) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa tidak boleh ada satu negara pun yang mengasumsikan bebas dari corona.
 
"Anggapan pemerintah sebuah negara yang bebas dari corona, merupakan kesalahan fatal. Pernyataan ini harus dibaca sebagai peringatan agar pemerintah tidak meremehkan dampak dari persebaran virus corona, sekaligus mengambil langkah-langkah yang nyata," tegasnya.
 
Pihaknya mendapatkan informasi adanya sejumlah relawan dari aktivis kesehatan Indonesia, baik di dalam negeri maupun internasional untuk membangun satu sistem informasi yang bisa diakses bersama terkait dengan penanganan virus corona di Indonesia. "Ini langkah baik yang harus didukung semua pihak," lanjut pria yang juga Ketum PP Pagar Nusa.
 
Langkah tersebut sebagai upaya masyarakat bersama-sama pemerintah untuk saling melengkapi. Sistem informasi dan pusat data sangat penting agar publik dapat mengakses informasi yang akurat dan tidak tergerus fitnah, berita palsu, hoaks.
 
Nabil juga mengapresiasi langkah Pemerintah Arab Saudi yang menutup sementara negara itu dari pengunjung beberapa negara yang terdampak virus corona. Hal itu dinilainya sebagai langkah strategis untuk menghindari persebaran virus corona yang lebih luas.
 
"Kita perlu membaca ini sebagai langkah preventif, yang bertujuan untuk kebaikan semua orang. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah, penting untuk mengakses informasi terkini," ujar Nabil.
 
Di samping itu, Nabil memohon masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, sekaligus saling membantu untuk mencegah tersebarnya virus corona yang lebih luas. "Doa dan dukungan moral penting, akan tetapi langkah-langkah pencegahan dari kementrian kesehatan dan institusi terkait juga tidak boleh diabaikan," pungkasnya.
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile