Dihadiri Pendiri, Calon Ketum PMII dan Kopri PMII Ambil Nomor Urut

Dihadiri Pendiri, Calon Ketum PMII dan Kopri PMII Ambil Nomor Urut
Para kandidat Ketua Umum PB PMII dan Ketua Kopri PMII berfoto bersama pendiri PMII KH Munsif Nachrawi usai pengambilan nomor urut di Sekretariat PMII Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (1/3). (Foto: Dok. PB PMII)
Para kandidat Ketua Umum PB PMII dan Ketua Kopri PMII berfoto bersama pendiri PMII KH Munsif Nachrawi usai pengambilan nomor urut di Sekretariat PMII Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (1/3). (Foto: Dok. PB PMII)
Jakarta, NU Online
Badan Pekerja Kongres (BPK)-XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar pengambilan nomor urut bagi Calon Ketua Umum Pengurus Besar PMII dan Ketua PB KOPRI masa khidmat 2020-2022 di sekretariat PB PMII di Salemba, Jakarta Pusat, Senin (2/3) malam. Kegiatan pengundian nomor urut tersebut dihadiri langsung salah seorang pendiri PMII KH Munsif Nachrawi. 

Pantauan NU Online, setelah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pengambilan nomor urut oleh masing-masing Calon Ketum PMII dan Kopri PMII. 

Panitia kemudian menetapkan nomor urut Caketum PMII dan Caketum Kopri PMII. Berikut ini nomor urut Bakal Calon Ketua Umum PB PMII: 

1) Muhammad Syarif Hidayatullah 
2) Zulfahmy Wahab 
3) Muhammad Ramli Jauhari 
4) Muhammad Abdullah Syukri 
5) Davida Ruston Khusen
6) Defi Mulyadi 
7) Daud Azhari 
8) Ahmad Riyadi Sadrin Leky
9) Muhammad Rafsanjani
10) Ahmad Latif
11) Joni Satriawan 
12) Husin Rianda 
13) Muh Sufyan Hadi 
14) Kaharuddin
15) Faikar Romdlon 
16) Anwar Aziz
17) Satria Efendi

Sementara berikut ini nomor urut Calon Ketua Umum Kopri PB PMII: 

1) Maya Muizatil Lutfillah 
2) Aida Mardatillah 
3) Apriyanti Marwah

Bukan Kompetisi
Dalam sambutannya, Ketua PB PMII Agus Mulyono Herlambang menuturkan, Kongres PMII jangan dipahami sebagai kompetisi. Sebab, dalam sebuah kompetisi terdapat bahasa menang dan kalah.

“Di perhelatan Kongres PMII tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Seluruh kandidat adalah kader-kader terbaik PMII yang mencoba mengabdikan dirinya untuk organisasi, agama, dan negara,” tandasnya.

Agus, sapaan akrab Agus Mulyono Herlambang lebih sepakat perhelatan Kongres PMII dipahami sebagai friendly match (pertandingan persahabatan). Meski ada konsekuensi yang harus diterima, kandidat tetap bersahabat dan bersaudara. 

“Kebetulan friendly match kali ini diisi oleh kader-kader terbaik PMII dari berbagai daerah untuk saling berkolaborasi dan mengelaborasi segala hal demi kemajuan Organisasi,” kata Agus di hadapan ratusan kader yang hadir. 
  
Ditempat yang sama, Ketua Steering Comite (SC) Mukhtar Ansori Attijani menjelaskan, setelah pengambilan nomor urut tahapan kongres selanjutnya adalah debat kandidat. Kegiatan itu, lanjutnya, dilakukan untuk mempertajam visi misi para kandidat. 

Adapun materi debat yang harus disampaikan para kandidat tersebut yakni ideologi PMII, kemandirian organisasi, hubungan PMII dengan eksternal, kaderisasi PMII, dan sistem administrasi organisasi. 

“Debat kandidat ini akan kita mulai dari tanggal 5 di Bengkulu, dilanjut tanggal 9 di Banjarmasin, tanggal 12 di Mataram, tanggal 14 di Jombang, tanggal 18 di Kendari dan terakhir tanggal 21 Maret di DKI Jakarta,” kata Mukhtar. 

Sementara itu, Ketua BPK XX PMII Rachmatul Fitrah menjelaskan, ada beberapa tahapan yang sudah dilalui para kandidat. Di antaranya pengambilan formulir, pengembalian formulir, tes kesehatan, tes toefl dan pengambilan nomor urut. 

Nomor urut yang telah ditetapkan, ujar dia, akan menjadi nomor resmi yang melekat serta digunakan para kandidat sampai pemilihan berlangsung. 
Dia berpesan kepada para kandidat untuk menyiapkan diri menghadapi debat kandidat di sejumlah lokasi yang ditentukan panitia. “Setelah ini, mohon untuk mempersiapkan debat kandidat di tempat-tempat yang sudah kami atur,” pungkasnya. 
 
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile