Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Habib Luthfi Sampaikan Pesan ke Matan untuk Bergerak, Bergerak, dan Bergerak

Habib Luthfi Sampaikan Pesan ke Matan untuk Bergerak, Bergerak, dan Bergerak
Habib Luthfi bin Yahya hadiri Silatnas Matan di Makassar, Sulsel (Foto: Dok Jatman Online)
Habib Luthfi bin Yahya hadiri Silatnas Matan di Makassar, Sulsel (Foto: Dok Jatman Online)
Makassar, NU Online
Rais Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Ltthfi bin Yahya mengatakan, Jatman adalah organisasi sangat berbeda dengan organisasi sejenisnya. Oleh karena itu Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Matan) yang merupakan organisasi pemuda di bawah naungan Jatman harus bergerak, bergerak, dan bergerak.
 
Plt Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Matan Hasan Habibi memberikan penafsiran atas pesan Habib Lutthfi ialah pergerakan secara lahiriah dan batiniah. 

"Pergerakan lahiriah organisasi harus berjalan dengan koordinasi, manajemen, dan evaluasi program. Sedangkan pergerakan secara batiniah adalah mengambil keberkahan kepada mursyid dengan senantiasa menjalin hubungan keruhanian," ungkapnya.
 
Menurutnya, terselenggaranya Silaturahim Nasional (Silatnas) pun yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar (2-4/3) tidak terlepas dari pergerakan lahir dan pergerakan batin. 
 
"Adanya kegiatan silatnas menunjukkan kader Matan yang berdaya," ujarnya kepada media.
 
Silatnas Matan yang berlangsung selama 2 hari ditutup oleh Rais Sadis Idarah Aliyah Jatman Habib Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka. Dalam sambutannya Puang Makka berpesan agar dalam silatnas ini selain untuk mempererat silaturahim, ia berharap silatnas ini tidak seperti haul atau seremonial.
 
"Saya mau, kalian pulang harus ada hasil dari sini. Dengan Matan yakinkan diri anda untuk jadikan Indonesia sebagai bangsa yang diidam-idamkan," ujarnya.  
 
Dalam rilis yang diterima NU Online, Puang Makka menjelaskan, zaman ini adalah zaman milenial. Dengan media sosial yang hanya dimainkan lewat telepon genggam bisa merusak generasi atau keluarga.
 
"Sekarang banyak anak sibuk main game, ibu sibuk dengan lihat jilbab cantik, dan parahnya bapaknya juga sibuk lihat orang pakai jilbab cantik," tandas  Puang Makka disambut tawa.
 
Menurutnya, Matan bisa diberdayakan dan wujudkan menuju Indonesia yang di idam-idamkan. "Yakin hanya pelaku tarekat yang bisa buktikan apa cita-cita Indonesia. Kita lakukan sesuatu apa yang kita sepakati, jangan terlalu banyak terimajinasi," katanya.
 
Dalam Silatnas yang dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Matan se-Indonesia menghasilkan 8 butir kesepakatan yang dibacakan Plt Ketua Umum Matan pada acara penutupan.
 
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile