Di manapun Berada, Kader IPPNU Harus Bisa Bermanfaat

Di manapun Berada, Kader IPPNU Harus Bisa Bermanfaat
Tasyakuran Harlah IPPNU, di PC IPPNU Surabaya (Foto: NU Online/Hisam Malik)
Tasyakuran Harlah IPPNU, di PC IPPNU Surabaya (Foto: NU Online/Hisam Malik)
Surabaya, NU Online
Kader–kader Nahdhatul Ulama (NU) memang diharuskan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar di manapun ia berada, menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi sekitar yang ada menjadi salah satu caranya.
 
"Sebagai kader muda NU, kita semua harus sadar dengan keberadaan kita, entah itu di mana dan berada di lingkungan manapun seharusnya bisa menjadi An Fa'uhu Li Ghairihi (Bermanfaat bagi semua orang di sekitar dimana pun berada)," ujarnya Rabu (4/3).
 
Hal ini yang diingatkan oleh Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur Ustadzah Khodijah Nafis tatkala mengisi kajian di kegiatan Kajian Kemuslimahan (Kamus), Khataman, dan Pembacaan Shalawat Nariyah dalam rangka Tasyakuran Harlah ke–65 Ikatan Pelajar Putri Nahdhdtul Ulama (IPPNU) yang di adakan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kota Surabaya.
 
"Mari di peringatan Hari Lahir IPPNU ini, Kita kokohkan semangat bermanfaat bagi sekitarnya," tegasnya.  
 
Menurut Pembina Pesantren Putri Nurul Huda, Simolawang, Surabaya ini. Selain, kader IPPNU yang juga harus menularkan kebaikan–kebaikan di manapun berada, yang harus diperhatikan lagi adalah tata cara ketika berhias harus juga diperhatikan, sebab perempuan tempatnya fitnah. Jadi, kalau misal berdandan sewajarnya saja.
 
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Hoofdbestuur Nahdatoel Oelama (HBNO)  PCNU Kota Surabaya yang beralamat di Jl Bubutan Surabaya dihadiri oleh ratusan kader IPPNU se-Kota Surabaya.
 
Ketua PC IPPNU Kota Surabaya Nala Auna Rabba menyampaikan bahwa kader IPPNU juga harus bermanfaat di manapun ia berada, Terutama untuk kader IPPNU yang hadir pada kegiatan harlah yang dilaksanakan ini agar menularkan semangat ini kepada rekanita–rekanita Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) se-Kota Surabaya yang belum hadir pada kesempatan kali ini.
 
"Yang perlu diingatkan juga, minimal kader IPPNU harus bisa mengerti bagaimana cara mengajak atau minimal memberi pemahaman–pemahaman kepada orang–orang yang awam dengan adanya IPPNU," pungkasnya.
 
Kontributor: Hisam Malik
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile