Presiden Jokowi: Tak Perlu Takut Berlebihan dengan Virus Corona

Presiden Jokowi: Tak Perlu Takut Berlebihan dengan Virus Corona
lustrasi virus Corona yang berhasil diidentifikasi di laboratorium. (Foto: Science Photo Library)
lustrasi virus Corona yang berhasil diidentifikasi di laboratorium. (Foto: Science Photo Library)
Jakarta, NU Online
Virus corona seakan menjadi ‘monster’ yang begitu menakutkan yang menyebabkan panik bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kepanikan itu membuat masyarakat melakukan indakan-tindakan yang tidak perlu. Karenanya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa justru rasa panik itulah yang menjadi musuh terbesar.

“Jadi sebetulnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan virus itu sendiri, tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan, dan berita-berita hoaks serta rumor,” katanya melalui video yang dirilis oleh akun Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (5/3).

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tidak perlu takut. Pasalnya, lebih dari 90 persen penderita yang terkena virus tersebut berhasil sembuh.
 
“Tidak perlu takut secara berlebihan dengan yang namanya virus Corona, karena virus Corona, dari data yang saya terima, 94% lebih penderitanya dapat disembuhkan,” katanya.

Untuk itu, guna menghindari tertularnya virus tersebut, Jokowi mengimbau kepada masyarakat agar dapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik secara berkala. Ia pun mencontohkannya dengan mencuci tangan pada wastafel.

Di samping itu, ia juga mengingatkan agar menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan telapak tangan secara langsung. Pasalnya, telapak tangan tentu akan menyentuh berbagai macam benda dan rentan terkena virus. Jika telapak tangan sudah terkena virus, maka virus itu akan mudah masuk ke dalam tubuh kita melalui hidung, mata, dan mulut.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga jarak dengan siapa pun yang tengah menderita batuk dan bersin. Sebab, virus corona dapat menyebar melalui tetesan yang keluar saat batuk atau bersin. Saat bersin atau batuk, model pada video tersebut mencontohkan menutupnya dengan lengan, tidak dengan telapak tangan.

Guna memudahkan, bagi yang sakit perlu menggunakan masker. Jika belum mengenakannya, kita bisa memberikannya pada orang tersebut agar tidak menular pada yang lain.
 
“Cukup sederhana dan mudah dilaksanakan,” katanya.

Jokowi juga menegaskan bahwa keyakinan menjadi kekuatan untuk menghentikan laju virus tersebut.
 
“Kita sebenarnya harus yakin dengan fakta informasi solidaritas bersama dan gotong royong,” pungkasnya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
 
BNI Mobile