NU Tulungagung Dukung Program Satu Juta Nelayan Berdaulat

NU Tulungagung Dukung Program Satu Juta Nelayan Berdaulat
Sejumlah pejabat dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten Tulungagung saat mengunjungi Pantai Klatak. (Foto: NU Online/Puspita H)
Sejumlah pejabat dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten Tulungagung saat mengunjungi Pantai Klatak. (Foto: NU Online/Puspita H)
Tulungagung, NU Online
Nahdlatul Ulama lewat Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Tulungagung, Jawa Timur bersinergi demi mendukung lahirnya program ‘Satu Juta Nelayan Berdaulat’. 
 
Hal tersebut mengemuka saat menerima kunjungan Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim, Basilio Araujo serta Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo di Pantai Klatak, Kamis (5/3). 
 
Pihak BKNU Tulungagung menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Keboireng yang bertujuan mempersiapkan Pantai Klatak untuk pelaksanaan program Satu Juta Nelayan Berdaulat tersebut.
 
BKNU Tulungagung menilai perlu untuk ikut serta mensukseskan program tersebut, sehingga menjalin kerja sama dengan Bumdes Keboireng, Kematanan .
 
"Saat ini, kami bersama Bumdes Keboireng mulai merintis digitalisasi nelayan di Pantai Klatak," terang H Rodi sebagai Ketua BKNU Tulungagung.
 
Digitalisasi nelayan tersebut merupakan program yang masih baru bagi kalangan nelayan, khususnya di Pantai Klatak. Menurutnya, nelayan di kawasan setempat memiliki kesiapan untuk memulai program baru tersebut.
 
Pada program dimaksud, para nelayan akan mendapatkan pelampung, timbangan, dan android yang memiliki aplikasi. Aplikasi pada android bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan ikan, melihat harga jual ikan, dan menjual ikan secara online. 
 
“Bahkan dalam aplikasi tersebut terdapat e-money yang mampu digunakan nelayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di gerai yang telah disediakan,” jelasnya.
 
Karena itu, BKNU Tulungagung dan Bumdes Keboireng menggandeng startup di bidang kemaritiman yaitu FishOn untuk menyukseskan program ini.
 
Tidak hanya FishOn, BKNU Tulungagung dan Bumdes Keboireng menggandeng Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tulungagung untuk memberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi android kepada nelayan di Pantai Klatak. PC IPNU-IPPNU Tulungagung dipilih sebagai pelatih karena mereka adalah generasi milenial yang sudah paham tentang teknologi android.
 
"Kami akan adakan training of trainer bagi PC IPNU dan IPPNU Tulungagung sebelum mereka terjun memberikan pelatihan kepada nelayan," tutur H Rodi.
 
Saat ini, di Pantai Klatak sudah berdiri sebuah gerai yang menjadi salah satu infrastuktur pendukung program. Selain itu, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan dibangun oleh pemerintah daerah di kawasan setempat.
 
"Kalau program ini berhasil dilaksanakan di Pantai Klatak, maka akan kami adakan program serupa di pantai Tulungagung yang lain," tegas H Rodi.

H Tatang Suhartono sebagai Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung yang ikut dalam kunjungan menyampaikan bahwa program ini akan membantu pemerintah pusat untuk mewujudkan satu juta nelayan berdaulat. 
 
“Karenanya, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung terlaksananya program tersebut dengan membangun infrastuktur di Pantai Klatak,” katanya.

 
Kontributor: Puspita Hanum
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile