Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

MWCNU Mejobo Kudus Targetkan Omzet AINU Raup 500 Juta Perbulan

MWCNU Mejobo Kudus Targetkan Omzet AINU Raup 500 Juta Perbulan
Air minum kemasan AINU Steril terus diperkenalkan MWCNU Mejobo Kudus ke khalayak ramai. (Foto: Dok MWCNU Mejobo)
Air minum kemasan AINU Steril terus diperkenalkan MWCNU Mejobo Kudus ke khalayak ramai. (Foto: Dok MWCNU Mejobo)
Kudus, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memiliki usaha air minum kemasan. Air minum kemasan bermerk AINU (Air MiNUm) Steril itu ditargetkan meraup omzet besar, lebih kurang 500 juta rupiah perbulan. 

Ketua MWCNU Mejobo Kudus Mohammad Chumaidi mengaku sangat berbahagia dan menyambut baik usaha tersebut. Ia berharap, ke depan bisnis keumatan ini terus berkembang dan sukses gemilang hingga menembus pasar nasional, bahkan global. 

“Setelah setahun berjalan dan dilakukan evaluasi, MWCNU mulai mengedepankan manajemen bisnis yang digeluti. Kami mengajak seluruh jaringan Nahdliyin mulai Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, IPNU, hingga IPPNU untuk turut serta memasarkannya,” ujar M Chumaidi kepada NU Online melalui sambungan telepon, Sabtu (7/3).

Chumaidi berharap, bisnis yang saat ini digeluti oleh MWCNU Mejobo mampu mewujudkan kemandirian organisasi di WC sebagai jam’iyyah NU dan kemandirian warga Nahdliyin sebagai jama’ah.

Manager perusahaan air minum kemasan AINU Kudus H Achmad Achadun menambahkan, air minum ber-tagline 'Segar dan Menyehatkan' yang dikelola pengurus NU Mejobo tahun ini mulai dikelola secara profesional, dengan berbagai manajemen yang transparan.

Baca juga: Fatayat NU Mejobo Kudus Perkenalkan Air Kemasan Berlogo AINU

“Dengan bermodal kurang lebih 200 juta rupiah, kami berharap usaha ini dapat dikelola secara profesional dengan target omzet perbulan bisa mencapai 50 uuta per-kecamatan. Atau sekitar 500 Juta se-Kabupaten Kudus,” tuturnya. 

Selama setahun produksi sejak awal 2019, lanjut Achadun, AINU hanya dipasarkan sebatas pengurus MWCNU Mejobo, warga di Desa Jepang, dan Desa Gulang. Minimnya jangkauan pemasaran ini menjadikan omzet yang diraih tak terlalu banyak, hanya sekitar 10 juta rupiah perbulan. 

Menurut dia, pertimbangan pemilihan AINU sebagai usaha bersama milik MWCNU Mejobo adalah bahwa potensi produksi air minum dengan merk lain mampu membukukan profit 15 triliun rupiah per tahun. Peluang usaha air minum, sambungnya, sangat besar dan menggiurkan. Selain air mineral menjadi kebutuhan utama masyarakat, ia juga bagus bagi tubuh manusia.

“AINU ini merupakan campuran air dari guci raja-raja Imogiri. Dicampur air Salamun dari Masjid Wali. Lalu, dicampur lagi dengan air zam-zam. Kemudian, ditegaskan lagi dengan barokah khataman Al-Qur’an rutin. Terakhir, Insya Allah didoakan juga oleh spiritualis Pagar Nusa atau Banser barada,” ungkapnya.

Achadun berharap, air minum yang diproduksi di Desa Jepang oleh warga NU ini dapat tersebar luas di kalangan Nahdliyin, sehingga dapat membantu membesarkan nama pengusaha NU di kalangan pebisnis.

“Nah, bagi hasil untuk organisasi NU dari usaha bersama air minum kemasan AINU Steril ini dihitung dari omzet dengan rincian 2% untuk PCNU, 3% untuk MWC atau PAC, 6% untuk Ranting atau Banom,” pungkasnya.
 
Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori
 
Posisi Bawah | Youtube NU Online