Jalin Hubungan Batin dengan Pendiri NU, PWNU Jatim Gelar Ziarah

Jalin Hubungan Batin dengan Pendiri NU, PWNU Jatim Gelar Ziarah
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar berpidato sebelum pemberangkatan ziarah muassis (pendiri) NU.
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar berpidato sebelum pemberangkatan ziarah muassis (pendiri) NU.
Surabaya, NU Online
KH Marzuki Mustamar menyatakan, ziarah merupakan sarana untuk menyambungkan diri dengan para ulama terdahulu. Ia menyatakan hal ini pada saat pemberangkatan rombongan ziarah muassis (pendiri) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Sabtu (7/3).

“Ini merupakan bagian menjalin rabithah ruhiyah, menjalin hubungan batin antara kita warga NU dengan para muassis yang beliau-beliau nantinya akan menuntun kita saat sowan menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ungkap ketua PWNU Jawa Timur ini.
 
Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang, Jawa Timur ini mengingatkan agar para peserta ziarah agar tidak sampai salah niat sewaktu mengikuti kegiatan ziarah ini.

“Niatkan karena Allah. Niatkan karena tawassul supaya kita tetap bersama para wali, para ulama,” pesan Kiai Marzuki, sapaan akrabnya.

Yukhsyarul mar`u ma'a man ahabba. Besok orang akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai. Dan ziarah ini bukti bahwa kita cinta kepada para ulama,” lanjutnya.

Sebelum memberangkatkan rombongan ziarah ini, Kiai Marzuki berharap diadakannya kegiatan ziarah tersebut bisa menjadikan warga NU bisa satu gerbong dengan para kiai-kiai NU dan wali-wali yang telah berpulang.

“Semoga Syaikhona tetap bersama kita. Semoga kiai As'ad tetap bersama kita. Semoga Kiai Syarqowi bersama kita. Kiai Abdul Wafi bersama kita. Hadratussyekh bersama kita. Para kiai-kiai NU dan para wali-wali lainnya semuanya bisa bersama kita,” tutupnya.

Ziarah muassis ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar oleh PWNU Jawa Timur dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU. Pada harlah ke-97 NU yang berlangsung tahun ini, rombongan ziarah muassis terbagi menjadi lima zona tujuan.

Rombongan pertama, zona Surabaya dan Gresik. Pada zona ini, ada empat kiai yang diziarahi yakni Kiai Ridwan Abdullah, Kiai Mas Alwi Abdul Aziz, Kiai Hasan Gipo, dan Kiai Faqih bin Abdul Djabar Maskumambang, Gresik.

Rombongan kedua, zona Probolinggo, Situbondo, dan Jember dengan tiga tujuan ziarah, yakni Kiai Hasan Genggong, Kiai As’ad Syamsul Arifin, dan Kiai Machfud Shiddiq.

Rombongan ketiga, dengan tujuan ke Bangkalan, Madura. Ada dua kiai yang diziarahi, yakni Syaikhona Kholil Bangkalan dan Kiai Doro Muntaha. Rombongan keempat, zona Jombang dengan tujuan ziarah ke Hadratussyekh Kiai M Hasyim Asy’ari, Kiai Romli Tamim, Kiai Wahab Hasbullah, dan Kiai Bisri Syansuri.

Rute terakhir adalah zona Kediri dan Nganjuk. Di zona ini ada empat tujuan ziarah, yakni makam kiai-kiai Lirboyo yang terletak di kompleks Pesantren Lirboyo, makam Pesantren Ploso, Makam Tambak Kediri yang merupakan tempat dimakamkannya Gus Miek dan Kiai Achmad Shiddiq. Terakhir, di Kertosono Nganjuk yang merupakan lokasi makam dari Kiai Dahlan.

Kontributor: Ahmad Hanan
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile