Wabup Tegal: Ansor Harus Bisa Bangun Kemandirian Kader

Wabup Tegal: Ansor Harus Bisa Bangun Kemandirian Kader
Seminar ekonomi kreatif, PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Saiful Bahri)
Seminar ekonomi kreatif, PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Saiful Bahri)
Tegal, NU Online
Wakil Bupati Tegal, Jawa Tengah Sabilillah Ardi menyampaikan, program kemandirian ekonomi kader yang dicanangkan Ansor selaras dengan program pemerintah daerah yang memang salah satu fokus programnya adalah membangun generasi entrepreneur baru di Kabupaten Tegal. 
 
”Kami sangat mendukung dan apresiasi penuh program ini, karena memang selaras dengan program pemerintah daerah. Di mana salah satu pangkal masalah sosial yang ada di masyarakat adalah faktor kesejahteraan dan ini harus dimanfaatkan oleh Ansor," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan pada acara 'Seminar Ekonomi Kreatif' dihelat, Ahad (8/3) di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Tegal dengan menghadirkan sejumlah narasumber akademisi dan profesional di bidangnya.
 
Dikatakan, pemerintah daerah siap untuk bersinergi dengan Ansor Kabupaten Tegal untuk bersama-sama membangun perekonomian masyarakat khususnya generasi muda dan Ansor harus jadi pelopor membangun kemandirian kader.
 
Pengelola Ansor Ritel PP GP Ansor Hasan Taufiq memaparkan, Ansor Ritel yang memang memiliki komitmen pemberdayaan ekonomi kader memberikan ruang yang lebar bagi Ansor di daerah untuk mampu membangun perekonomian melalui produk ritel baik lokal maupun regional. 
 
Dalam hal ini lanjut Gus Hasan, Ansor Ritel melakukan pendampingan sekaligus memfasilitasi baik manajemen, pengelolaan sampai dengan permodalan yang acapkali menjadi keluhan pelaku ekonomi mikro.
 
“Kami berkomitmen untuk membangun ekosistem bisnis di lingkungan Ansor secara nasional. Untuk itu kami siap melakukan pendampingan salah satunya dengan mengadakan pelatihan baik sistem maupun managemen sampai Ansor daerah memiliki produk berskala nasional," paparnya.
 
Direktur Al-Maliki Center H Aqib Malik dalam paparannya mengulas kesejarahan NU yang dulu memiliki Nahdlatut Tujjar sebagai bagian dari sejarah kebangkitan perekonomian kader Nahdliyin. 
 
"Hari ini Ansor sebagai organisasi yang memiliki kader yang melimpah, tidak hanya kuat secara fisik namun juga harus kuat secara ekonomi. Dengan masyarakat yang didominasi kaum milenial, kelas menengah (Midle Class) dan kaum urban, kader Ansor harus mampu bersaing untuk itu perlu dibangun habit orang-orang sukses termasuk ekonomi," tandasnya.
 
Menurut Gus Aqib, kader Ansor harus mengubah cara berfikir yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan perubahan zaman pedoman lama 'sedikit tidak apa-apa yang penting berkah' sudah tidak sesuai. 
 
"Kader Ansor harus meraih sebanyak-banyaknya dan manfaat serta berkah," ungkapnya.
 
Dalam seminar tersebut juga diperkenalkan Kieta Mart dengan program–program unggulan dan paket mini market dengan sistem aplikasi jaminan halal dan mengakomodasi produk lokal yang ada di daerah. 
 
Selain itu juga ada Kieta Pay sebagai salah satu produk jasa pembayaran online PW Ansor Jawa Tengah yang hadir dengan tawaran pelayanan jasa pembayaran online yang memberikann kemudahan dan sistem bagi hasil yang menguntungkan baik bagi kader maupun organisasi Ansor di semua tingkatan.

Panitia Seminar Ekonomi Kreatif Samsul Falah kepada NU Online Senin (9/3) menuturkan, acara di Rumah Wakil Bupati dihadiri oleh 400 peserta dari Pimpinan Anak Cabang dan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tegal dan undangan dari berbagai kalangan. 
 
Kontributor: Saiful Bahri, Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile