Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Khotmil Qur'an Awali Rangkaian Harlah Ke-97 NU di Pekalongan

Khotmil Qur'an Awali Rangkaian Harlah Ke-97 NU di Pekalongan
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (pegang mikrofon) di acara pembacaaan shalawat nariyah di Gedung Aswaja Kota Pekalongan (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (pegang mikrofon) di acara pembacaaan shalawat nariyah di Gedung Aswaja Kota Pekalongan (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Pekalongan, NU Online
Menyemarakkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-97 Nahdlatul Ulama versi penanggalan Hijriyah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan.

Kegiatan yang diawali pembacaan Al-Qur'an secara bergantian pada Selasa (10/3) sejak pagi hingga sore di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan oleh kader-kader Muslimat, Fatayat, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan ditutup dengan pembacaan 4.444 shalawat nariyah.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom mengatakan, ada beberapa agenda yang telah dipersiapkan untuk mengisi peringatan Harlah ke-97 NU tingkat Kota Pekalongan. 

"Diawali dengan khotmil Qur'an dan pembacaan shalawat nariyah," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada peserta yang hadir di Gedung Aswaja.

Disampaikan, PCNU juga menggelar apel Harlah yang dilaksanakan Rabu (11/3) pagi, peluncuran gerakan Koin Muktamar, dan peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD Islam Nusantara. 

"Ada juga pekan diskon hingga 75% makanan dan pakaian ataupun yang lainnya yang disediakan oleh warga NU. Syaratnya menunjukkan Kartu Identitas Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kitanu) dari PCNU Kota Pekalongan yang masih berlaku," bebernya.

Dikatakannya, pada Kamis (12/3) Ziarah ke sesepuh dan muassis NU di Makam Sapuro. Lalu, ditutup pada Jumat (13/3) dengan kegiatan Halaqah NU di Gedung Aswaja.

“Pembacaan shalawat nariyah merupakan instruksi dari PWNU Jawa Tengah kepada seluruh Pengurus NU di semua tingkatan. Kemudian saya teruskan kepada pengurus lembaga, badan otonom MWCNU, Ranting NU, dan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU," ungkapnya.
 
"Semuanya harus membaca 4.444 shalawat nariyah secara berjamaah seminggu sekali atau sebulan sekali," sambung H Muhtarom seraya tersenyum penuh semangat.

Menurutnya, pembacaan shalawat ini sangat penting dan banyak dirasakan manfaatnya. yakni sebagaimana yang sudah dilakukan beberapa cabang NU, dengan secara rutin membaca shalawat nariyah akan banyak dimudahkan oleh Allah SWT.

"Dengan cara ini, kita berharap Indonesia aman, gemah ripah loh jinawi, warga NU segaa usaha dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT dan khususnya Kota Pekalongan tetap sejuk dan damai," pungkasnya.
 
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile