Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Penghujan

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Penghujan
Salah satu pelayanan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Salah satu pelayanan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Sidoarjo, NU Online
Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar, Sidoarjo Jawa Timur, yaitu Erly Mawar mengatakan, musim hujan seperti saat ini, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, DBD merupakan penyakit infeksi tropik yang disebabkan oleh virus dengue.  Penularan infeksi virus dengue melalui nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang terinfeksi.
 
“Oleh karena itu, kita baiknya bersikap waspada dan dapat melakukan pencegahan DBD ini,” katanya kepada NU Online, Selasa (10/3). 
 
Tindakan pencegahan dalam penjelasannya adalah dengan cara melakukan dengan 3M Plus. Hal tersebut di antaranya dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, menguburkan barang yang dapat tergenang air.
 
“Juga dengan menaburkan bubuk larvasida, menaruh ikan di penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk,” kata dokter Erly.
 
Menurutnya, nyamuk Aedes Aigypti hidup dan berkembangbiak pada tempat lembab dan terdapat genangan air. Nyamuk ini senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah dan bisa terbang rata-rata sejauh 400 meter. Nyamuk ini paling aktif dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.
 
“Adapun gejala yang dapat ditimbulkan pada DBD ini yaitu, demam selama 2 hingga7 hari, fase demam ini mirip seperti tapal kuda,” ungkapnya. 
 
Karena itu perlu diwaspadai apabila demam menurun secara tiba-tiba, karena itu merupakan fase kritis, nyeri kepala, nyeri dibelakang mata, nyeri pada otot, hilangnya nafsu makan serta mual muntah. 
 
“Manifestasi perdarahan spontan antara lain, bercak merah dikulit, mimisan, perdarahan di gusi, muntah darah atau berak hitam. Kondisi paling berat bisa terjadi resiko shock,” jelasnya.
 
Dalam menangani, tidak terdapat terapi spesifik untuk DBD, yang utama adalah memelihara volume sirkulasi dengan pemberian cairan merupakan hal yang paling prinsip dalam penanganan kasus DBD. Tata laksana pemberian cairan dapat dilakukan dengan  memberikan cairan rehidrasi oral. Rehidrasi dapat menggunakan oralit. Selain itu, konsumsi air mineral yang sesuai kebutuhan dan jus buah juga dapat mencegah terjadinya dehidrasi.
 
Namun, jika sudah memberikan pertolongan pertama pada DBD, penderita belum mengalami perbaikan, sebaiknya tetap melakukan konsultasi kepada dokter untuk penanganan kepada penderita.
 
“Sehingga menghindari penderita pada kondisi shock yang dapat berakibat fatal,” pungkasnya. 
 
 
Kontribnutor: Moh Kholidun
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile