Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kebesaran NU Saat Ini Karena Keikhlasan Para Pendiri

Kebesaran NU Saat Ini Karena Keikhlasan Para Pendiri
KH Ali Maschan Moesa saat memberikan refleksi pada hari lahir ke-97 NU di kantor PWNU Jatim. (Foto: NU Online/A Hanan)
KH Ali Maschan Moesa saat memberikan refleksi pada hari lahir ke-97 NU di kantor PWNU Jatim. (Foto: NU Online/A Hanan)
Surabaya, NU Online
KH Ali Maschan Moesa mengatakan bahwa kebesaran jamiyah Nahdlatul Ulama yang terjadi pada saat ini adalah karena kebesaran dan keikhlasan dari para pendiri jamiyah yang berdiri pada 16 Rajab 1344 ini.
 
“Kebesaran NU saat ini adalah karena kebesaran para ulama terdahulu, khususnya para pendiri NU yang semuanya adalah orang-orang yang ikhlas,” kata Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, Selasa (10/3) malam.
 
Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut melanjutkan dengan memberikan penegasan bahwa kebesaran NU yang terjadi pada saat ini bukanlah suatu prestasi yang didapatkan oleh para penerus NU yang ada sekarang.
 
“Jangan pernah ada anggapan itu adalah hasil kita, prestasi kita. Itu semua adalah kehebatan dari para ulama kita,” tegasnya.
 
Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya ini mengatakan hal tersebut saat didapuk untuk menyampaikan refleksi hari lahir ke-97 NU. Kegiatan diselenggarakan PWNU Jawa Timur dan berlangsung di salah satu ruangan kantor setempat, jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.
 
Sebelumnya, Rektor Universitas Islam Kadiri (Uniska) itu mengajak hadirin untuk bersyukur atas harlah ini.
 
“Dengan refleksi hari lahir NU ini, kita mesti bersyukur bahwa masih dilindungi dan diberkahi oleh Allah Taala,” ajaknya.
 
Selain itu, Ketua PWNU Jatim masa khidmah 1999-2007 ini juga mengatakan bahwa kekuatan NU terletak pada tradisi yang selalu dipermasalahkan kelompok luar yang tidak menyukai dengan amaliyah yang dilakukan.
 
“Dulu tradisi NU itu diserang oleh kelompok lain secara terus menerus. Namun perlu disadari bahwa kekuatan NU itu ada di tradisi tersebut,” kata alumnus pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya ini.
 
Karenanya di hal lama yang masih baik dipertahankan dan jangan yang lama justru dibuang sebagaimana kaidah yang terus dipegang teguh.  
 
“Kaidah kita kan al-mukhafadhatu alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah bahwa yang lama dan masih baik dipertahankan serta mengambil yang baru yang lebih baik lagi,” imbuhnya.
 
Hadir pada kegiatan ini antara lain KH Marzuki Mustamar, KH Nuruddin A Rachman, KH Yasin Asmuni, KH Jazuli Nur, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Anwar Iskandar, KH Abdurrahman Navis, KH Abdul Hakim Machfudz, jajaran pengurus PWNU Jatim, dan tamu undangan lain.
 
Kontributor: Ahmad Hanan
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile