Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Said Sebut Tanda-tanda Orang yang Memakmurkan Masjid

Kiai Said Sebut Tanda-tanda Orang yang Memakmurkan Masjid
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai peresmian Masjid Al-Falah Desa Pabuaran Kidul Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, Ahad (8/3). (Foto: Muhammad Surya)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai peresmian Masjid Al-Falah Desa Pabuaran Kidul Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, Ahad (8/3). (Foto: Muhammad Surya)
Cirebon, NU Online
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengajak umat Islam untuk dapat memakmurkan masjid. Menurutnya​​​​​ membangun masjid sangat gampang, akan tetapi yang sulit yakni memakmurkannya.
 
Lebih lanjut Kiai Said mengatakan orang yang mampu dan sukses memakmurkan masjid syaratnya beriman kepada Allah dengan iman yang benar.
 
"Maka orang yang beriman kepada Allah dengan benar mencintai masjid. Kalau jadi pengurus masjid tidak mesti harus berdarah-darah, tapi ya itu awalnya semangat lama-lama padam, itu tandanya orang kurang beriman kepada Allah," kata Kiai Said.
 
Berbicara pada peresmian Masjid Al-Falah di Desa Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Ahad (8/3), Kiai Said menegaskan, jika umat Islam betul-betul memelihara masjid maka akan mengembangkannya, tidak pernah surut, tidak pernah berhenti, tidak pernah bosan, bahkan semakin bersemangat.
 
Selain itu Kiai Said pun memberikan pemahaman tentang syarat-syarat menjadi imam shalat. Dikatakan, menjadi imam shalat yang paling berat yakni imam rawatib.
 
"Paling berat jadi imam rawatib dengan waktu sehari lima kali, itu yang paling berat. Maka saya respek kepada imam masjid yang istiqamah ngimamin
masjid shalat lima kali sehari," katanya.
 
Kiai Said menambahkan, paling tidak seorang imam harus bisa membaca kitab Fathul Qarib dan baca Al-Qur'an-nya bertajwid jawadah (kualitas), kemudian hadistnya Arbain Nawawi.
 
"Syukur haditsnya (yang dibaca) Bulughul Maram. Tafsirnya, Tafsir Jalalain. Harus bisa itu, baru layak jadi imam. Kalau belum sampai di situ, ya belum sempurna jadi imam, apalagi harus tahu syarat rukun sahnya shalat," ucapnya.
 
Sulit lagi, kata kiai Said, yakni orang beriman dengan akhirat. Tidak mungkin orang yang tidak beriman kepada yaumul akhir akan istiqamah memakmurkan masjid. "Orang yang memakmurkan masjid, tandanya orang itu beriman pada yaumil kiamat," ujar kiai Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini.

Berikutnya, orang yang memakmurkan masjid pasti orang yang betul-betul mendirikan shalat, bukan hanya dalam konteks mengamalkan. "Beda kalau mengamalkan saya shalat selesai, kalau mendirikan ya membangun. Saya shalat, tetangga shalat, anak, mantu shalat. Jamaah sekitar masjid semuanya shalat," papar Kiai Said.
 
Selain itu, orang yang memakmurkan masjid juga mengamalkan zakat. "Kalau orang di Pabuaran ini zakat dengan benar insyaallah orang miskin akan teratasi. Kenapa orang Islam masih banyak yang miskin, karena yang wajib zakat tidak benar-benar mengeluarkan zakat dengan bersih 2,5 persen," tuturnya.
 
Pada kesempatan tersebut Kiai Said didampingi Ketua PBNU H Eman Suryaman. Dari jajaran NU Cirebon hadir Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin.
 
Selain itu, hadir pula Bupati Cirebon H Imron, Kapolresta Cirebon AKBP Syahdudi, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Arh Adhi Kurniawan.
 
Kontributor: Muhammad Surya
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile