Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ciri-ciri Orang Bertakwa

Ciri-ciri Orang Bertakwa
Kegiatan bakti subuh PCNU Kota Surabaya di MWCNU Siwalankerto (Foto: NU Online/Hisyam Malik)
Kegiatan bakti subuh PCNU Kota Surabaya di MWCNU Siwalankerto (Foto: NU Online/Hisyam Malik)
Surabaya, NU Online  
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahldtul Ulama (MWCNU) Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jawa Timur Ustad Fauzi Azhari menjelaskan bahwa Allah SWT begitu sayangnya kepada hamba–hambanya yang bertakwa.
 
"Ada empat ciri–ciri orang yang dikatakan bertaqwa. Pertama, seorang hamba tetap berinfak dalam keadaan apapun, meski dalam sempit keadaan rezikinya. Karena bukan hanya sekedar shalat saja orang di katakan bertakwa melainkan mensedekahkan sebagian hartanya di jalan Allah SWT,” ujarnya.
 
Hal itu disampaikan dalam acara bakti Subuh yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdhtul Ulama (PCNU) Kota Surabaya bertempat di Masjid Mahgfiroh, Jl Sidodadi lX/25, Simokerto, Surabaya, Jumat (13/03) pagi.
 
Dikisahkan, Rasulullah SAW setiap selesai shalat subuh keluar mencari anak yatim seraya berkata siapa anak yatim yang bangun terlebih dahulu akan aku berikan sedekah.
 
Ciri – ciri orang bertakwa yang kedua menurut ustad yang lulusan magister tafsir hadits ini adalah seorang hamba yang mampu menahan amarahnya, yang bisa menahan emosinya tatkala sedang marah.
 
Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah”.
 
“Ciri–ciri orang bertakwa yang ketiga yaitu orang yang senantiasa memaafkan kesalahan–kesalahan saudaranya, kalau ada saudaranya yang mempunyai kesalahan kepadanya, ia mudah memaafkan dan apabila ia yang mempunyai kesalahan, ia senantiasa memohon maaf,” ungkapnya.
 
Selanjutnya disampaikan, ciri orang yang bertakwa keempat adalah Jika seorang hamba memiliki kesalahan diri sendiri, sesegera mungkin ia bertaubat serta memohon ampun kepada Allah SWT sang maha kuasa.
 
“Karena Allah ialah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni kesalahan–kesalahan kita, memanjangkan umur kita, untuk beribadah keada-Nya,” harapnya.
 
Kegiatan bakti subuh yang diadakan kelliling ke seluruh MWCNU se-Kota Surabaya selain dihadiri dari jajaran pengurus MWCNU Simokerto, juga PCNU Kota Surabaya, dan anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat, Badan Otonom NU serta masyarakat di sekitar lingkungan masjid. 
 
Kontributor: Hisam Malik
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile