Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Menjadi Banser Harus Miliki Jiwa Loyalitas Tinggi

Menjadi Banser Harus Miliki Jiwa Loyalitas Tinggi
Kegiatan rutinan Banser Kota Banjar, Jawa Barat (Foto: NU Online/Wahyu Akanam)
Kegiatan rutinan Banser Kota Banjar, Jawa Barat (Foto: NU Online/Wahyu Akanam)
Kota Banjar, NU Online
Ketua Bidang Protokoler Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat Muhsorin mengatakan, khidmat dalam sebuah organisasi salah satunya harus memiliki loyalitas tinggi. termasuk menjadi anggota Banser.
 
"Kita tumbuhkan loyalitas yang tinggi, harus selalu meningkat jangan sampai menurun," katanya.
 
Hal tersebut disampaikan oleh  dalam pertemuan rutin Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Kelompok (Satkorkel) Kujangsari yang berlokasi di Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (14/3) malam.
 
Dijelaskan, loyalitas dalam tubuh organisasi mestinya terus meningkat. Apalagi sebagai anggota Banser, jiwa loyalitas harus totalitas. Tanpa adanya hal tersebut berarti dalam bergabung di Banser belum sepenuh hatinya.
 
Selanjutnya, dirinya juga menyampaikan bahwa supaya mempunyai satu persepsi dalam berkhidmat di NU salah satunya dengan menghadiri kegiatan pertemuan rutin. Karena dalam pelaksanaannya, akan banyak hal terkait keorganisasian yang disampaikan.
 
"Modal pokok untuk menyatukan satu pemahaman, saya kira dengan menghadiri pertemuan rutinan," tuturnya.
 
Menurutnya, dengan menghadiri kegiatan pertemuan rutin yang dilaksanakan di setiap bulannya dirinya menegaskan bahwa akan terjalin komunikasi dan silaturahim yang baik.
 
"Silaturahim sangat penting, baik di tingkat struktural atau pribadi," katanya dengan berapi-api.
 
Selain membahas tentang keorganisasian, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan tahlilan dalam pembukaan acara. Karena tahlil merupakan amalan yang diajarkan oleh kiai NU terdahulu, semestinya sebagai kader penerus selalu mengamalkannya.
 
"Nilai agama tentunya tidak kita tinggalkan, karena sebelum memulai acara kita adakan tahlil," ucapnya.
 
Dirinya juga menerangkan betapa pentingnya jalinan silaturahim. Dicontohkan olehnya bahwa dalam menyampaikan informasi janganlah berhenti hanya sampai sosial media, namun ditindaklanjuti juga dengan menemui anggota secara langsung.
 
"Jangan biasakan mengondikasikan ataupun memberikan intruksi melalui grup sosial media ataupun jaringan seluler, karena tidak semuanya memiliki alatnya, namun adakan pertemuan," terangnya.
 
Muhsorin mengisahkan selama mengabdi menjadi anggota Banser, setiap kali ada undangan kegiatan tentunya tidak selalu dalam keadaan yang optimal. Namun, ketika menghadiri kegiatan tersebut keajaiban akan terjadi tanpa diduga-duga.
 
"Pengalaman pribadi, kalau hanya lesu atau sedikit pusing, namun ada jadwal pertemuan maka saya akan berangkat, niatkan dengan ikhlas Insyaallah kalau sudah sampai lokasi pertemuan maka rasa sakit yang kita rasakan akan hilang," kisahnya.
 
Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh pengurus yang menghadiri acara tersebut untuk senantiasa belajar disiplin. Karena dengan memutuskan untuk bergabung menjadi Banser harus membuktikan keaktifannya.
 
"Jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir dalam menjalankan tugas organisasi, apalagi tanpa alasan ataupun tidak ada kabar. Kita sebagai anggota Banser, harus disiplin. Makanya kalau sudah ikut bergabung menjadi anggota Banser, tunjukkan, buktikan, yakini. Kalau tidak yakin, ya sudah lebih baik mundur saja," ajaknya.
 
Di akhir sambutannya, Muhsorin menyampaikan tiga modal supaya dapat selalu aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh NU, baik di tingkat desa ataupun tingkat pusat.
 
"Sehat, sempat, semangat, modal Banser untuk aktif mengikuti kegiatan," pungkasnya. 
 
Kontributor: Wahyu Akanam
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile