Penurunan Kasus Covid-19 Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

Penurunan Kasus Covid-19 Tergantung Kedisiplinan Masyarakat
Ilustrasi virus Corona. (Foto: via iStockphoto)
Ilustrasi virus Corona. (Foto: via iStockphoto)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) yang juga Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dr Mahesa Paranadipa menuturkan, kasus corona di Indonesia sulit diprediksi, terutama terkait kapan kasus Covid-19 tersebut akan berakhir dan lenyap.

Menurut dia, cepat dan lambatnya penanganan virus mematikan tersebut tergantung kedisiplinan masyarakat. "Kalau semua orang berdiam diri di rumah selama 14 hari yang sakit berat dirawat di rumah sakit, maka dalam 1 bulan kita putus rantai penularan virus," kata dosen yang juga dokter di RS UIN Jakarta ini, Rabu (18/3).

Ia menegaskan, virus corona hanya akan berakhir jika seluruh masyarakat mengikuti instruksi yang telah dikeluarkan oleh pihak terkait, misalnya soal diam diri di rumah. Jika masyarakat tetap berkeliaran potensi penambahan kasus corona di Indonesia sangat besar.

Karena itu masyarakat harus menyadari betapa pentingnya berdiam diri di rumah masing-masing. "Virus corona gak bisa diprediksi kalau masyarakat tidak terkontrol," tuturnya.

Dia pun menyarankan agar pemerintah segera melakukan lockdown kepada daerah tertentu. Hal itu menurutnya penting agar virus mematikan seperti corona dapat ditangani dengan maksimal.
 
Bagi dia, daerah dengan kasus terbanyak sudah memenuhi syarat untuk di karantina wilayah namun seluruh kebijakan kata dia memang ada resiko yang akan diterima. 

"Untuk daerah dengan angka pasien positif terus bertambah harus segera lockdown atau pakai istilahnya karantina wilayah. Jika tidak kasus positifnya dipastikan bertambah. Dan dikhawatirkan angka yang dirawat dan angka yang meninggal juga bisa bertambah," katanya.

Seperti kita ketahui, virus corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data di Kementerian Kesehatan RI jumlah warga yang sudah terpapar mencapai 172 orang, 7 orang meninggal dunia dan 9 orang sembuh.

Kemudian terdapat ratusan orang dalam pengawasan, masalah ini semakin memperkuat pertimbangan pemerintah, sikap apa yang mesti dikeluarkan. 

Sementara di DKI  Jakarta total ada 374 pasien dalam pengawasan. Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, tercatat dari jumlah 374 pasien dalam pengawasan (PDP), 194 orang di antaranya masih diisolasi, lalu 180 pasien lainnya dinyatakan sehat dan dipulangkan.

Per hari ini, total orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 862 orang. Dari 862 ODP, 302 masih dipantau, sedangkan 560 lainnya sudah selesai pemantauan.

Pewarta:Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile