Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Unisda Lamongan Produksi Antiseptik Pembersih Tangan Standar WHO

Unisda Lamongan Produksi Antiseptik Pembersih Tangan Standar WHO
Antiseptik pembersih tangan hasil produksi mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan. (Foto: NU Online/istimewa)
Antiseptik pembersih tangan hasil produksi mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan. (Foto: NU Online/istimewa)
Lamongan, NU Online
Saat ini keberadaan antiseptik pembersih tangan atau hand sanitizer di pasaran sangat sulit didapat. Kalaupun ada, harganya kian mahal. Padahal, keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat agar virus Corona tidak mudah tersebar.
 
Hal tersebut membuat sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur berkolaborasi membuat antiseptik tersebut secara mandiri. Pembuatan hand sanitizer ini dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Fakultas Pertanian  dengan diawasi langsung sejumlah dosen dari fakultas setempat.
 
Koordinator pembuatan hand sanitizer, Mohammad Syaiful Pradana dan Mariyatul Qibtiyah mengatakan, persiapan dan pengolahan pembuatan antiseptik telah dilakukan sehari setelah edaran pencegahan Covid-19. 
 
“Dan Rektor Unisda mengikuti edaran yang dikeluarkan pemerintah tersebut,” kata Mohammad Syaiful Pradana kepada NU Online, Jumat (20/3).
 
Menurutnya, pembuatan antiseptik pembersih tangan yang dilakukan bersama mahasiswa disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan organisasi kesehatan dunia yakni World Health Organization atau WHO. 
 
“Bahan-bahan yang digunakan yaitu alkohol 96 persen, hidrogen peroksida 3 persen yang telah diencerkan, gliserol, dan aquadest secukupnya,” jelasnya.
 
Setelah diolah, hand sanitizer produksi mahasiswa dan dosen Unisda Lamongan ini dikemas dalam botol yang selanjutnya dibagikan kalangan civitas akademika.  
 
“Untuk sementara memang kami produksi untuk kalangan terbatas yakni dibagikan kepada civitas akademika Unisda,” jelasnya. Namun tidak menutup kemungkinan akan dibuat dalam jumlah besar dengan mempertimbangkan manfaat yang dapat diraih, lanjutnya.
 
Dalam pandangannya, keberadaan antiseptik pembersih tangan mutlak diperlukan untuk meminimalisir bahkan menghentikan ancaman beredarnya virus Corona yang semakin meresahkan. 
 
Dan kampus sudah sepatutnya memberikan solusi konkret bagi kondisi tersebut dengan memproduksi sendiri cairan yang ada. Apalagi sudah ada panduan yang diberikan oleh WHO.
 
"Langkah ini menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Unisda, serta lingkungan di mana para pimpinan, dosen dan mahasiswa tinggal,” tegasnya.
 
Pembuatan antiseptik secara mandiri ini tentu saja mendapatkan dukungan posisif. Termasuk rektor dan pimpinan fakultas memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan berharap produksi dapat dilakukan lebih banyak lagi.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
BNI Mobile