WABAH CORONA

Beraktivitas di Rumah, Masyarakat Harus Tahan Diri untuk Bepergian

Beraktivitas di Rumah, Masyarakat Harus Tahan Diri untuk Bepergian
Ilustrasi. (Foto: via Pixabay)
Ilustrasi. (Foto: via Pixabay)
Jakarta, NU Online
Pada Ahad, 15 Maret 2020 lalu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal itu dilakukan sebagai kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona.

Dalam konferensi pers di Istana Bogor, Presiden mengatakan saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Menurut Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Atas arahan Presiden tersebut, masyarakat mulai mengisolasi diri di rumah. Perkantoran memberikan kebijakan agar karyawan bekerja dari rumah. Sementara sekolah-sekolah dan kampus-kampus juga meminta peserta didik untuk belajar dari rumah.

Ketua Tim Satgas Waspada Covid-19 PDNU Peduli Malang Raya, Dokter Syifa mengatakan bekerja atau belajar dari rumah harus sesuai dengan kaidah social distancing atau menjaga jarak. Artinya, masyarakat yang bekerja dari rumah, benar-benar berada di rumah saja.

“Kerja di rumah ya beneran di rumah bukan malah keluyuran ke mal atau tempat lainnya yang tidak penting,” kata Dokter Syifa, Ahad (22/3).

Imbauan bekerja atau belajar di rumah namun dilanggar dengan pergi ke tempat liburan atau keramaian, misalnya, justru berisiko tertular virus. Pasalnya di tempat keramaian berkumpul banyak orang.

Sementara tidak diketahui bagaimana riwayat perjalanan masing-masing orang. Bisa jadi satu orang yang datang usai melakukan perjalanan dari tempat di mana wabah sudah tersebar, atau bertemu dengan orang sebelumnya terkena wabah.

Bekerja dari rumah juga harus memperhatikan pengaturan waktunya antara bekerja, istirahat, beribadah dan aktivitas lainnya. “Pengaturan waktu istirahat dan makan atau ibadah ya seperti semestinya,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam.

Selain itu, ia mengatakan olahraga harus dilakukan secara rutin, dengan durasi 20-25 menit setiap berolahraga. Adapun waktu terbaiknya pukul delapan hingga sembilan pagi. Sementara untuk tidur yang ideal 6-8 jam sehari.

Ia menambahkan, masyarakat juga diimbau tidak perlu terlalu stres melihat media sosial yang justru kadang menebar informasi yang belum tentu benar. “Stay smart dalam menyikapi berbagai info yang muncul tentang virus corona,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua PBNU Bidang Kesehatan yang juga ahli epidimologi, dr Syahrizal Syarif menegaskan, kebijakan social distancing hanya efektif untuk menahan penyebaran Covid-19 jika kebijakan ini tidak hanya diterima sebagai imbauan.

Pemerintah pusat dan daerah harus mampu menerjemahkan ‘belajar kerja-ibadah di rumah’ sampai ke tingkat kegiatan.

Selain itu juga mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan tujuan kegiatan ini tercapai.

"Tidak berlebihan jika diberlakukan sanksi yang mendidik dan memberi pemahaman yang benar terkait kebijakan ini," imbuhnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin mengatakan bahwa anjuran dari sisi medis terkait penanganan virus corona (Covid-19), sudah benar. Termasuk tidak keluar dari rumah untuk menghindari penyebaran virus corona sebagai hal yang tepat.

Melalui unggahan pada akun Facebook, Ahad (22/3) malam, Kiai Ma’ruf Khozin meminta masyarakat  jangan membantah anjuran tersebut, karena telah sesuai dengan kisah di dalam Al-Qur'an.

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile