Imbas Corona, Masjidil Aqsa Akhirnya Ditutup Total

Imbas Corona, Masjidil Aqsa Akhirnya Ditutup Total
Direktur Masjidil Aqsa, Syekh Omar al-Kiswani, menjelaskan, penutupan situs paling suci ketiga bagi umat Islam ini merupakan yang pertama sejak tahun 1967 silam. (Foto: Masjidil Aqsa).
Direktur Masjidil Aqsa, Syekh Omar al-Kiswani, menjelaskan, penutupan situs paling suci ketiga bagi umat Islam ini merupakan yang pertama sejak tahun 1967 silam. (Foto: Masjidil Aqsa).
Yerusalem, NU Online
Otoritas pengelola situs-situs Islam di Yerusalem, Wakaf Islam Yerusalem, mengumumkan bahwa kompleks Masjidil Aqsa resmi ditutup sejak Senin (23/3) waktu setempat. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). 

Dengan ditutupnya kompleks Masjidil Aqsa, maka jamaah Muslim tidak bisa mengunjungi tempat tersebut untuk sementara waktu. 

Direktur Masjidil Aqsa, Syekh Omar al-Kiswani, menjelaskan, penutupan situs paling suci ketiga bagi umat Islam ini merupakan yang pertama sejak tahun 1967 silam. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan agama dan medis, sesuai dengan rekomendasi dari Otoritas Wakaf Islam Yerusalem. Demikian disampaikan al-Kiswani, diberitakan AFP, Senin (23/3).

Biasanya sekitar 30 ribuan jamaah datang ke Masjidil Aqsa untuk melaksanakan Shalat Jumat. Namun Jumat lalu, setelah masjid ditutup untuk memutus penyebaran corona, hanya ratusan orang saja yang ikut Shalat Jumat  di kompleks Masjidil Aqsa. 

Sebelumnya, Israel—yang menguasai pintu masuk ke kompleks- telah memblokir akses masuk ke kompleks Masjidil Aqsa. 

Pada pertemuan Maret lalu, Pengurus Masjid Al-Aqsa Yerusalem mengumumkan penutupan area dalam masjid. Jamaah dilarang melaksanakan shalat di dalam masjid. Namun saat itu, mereka masih diperbolehkan shalat di kompleks masjid. Kini, akhirnya kompleks Masjidil Aqsa ditutup seutuhnya secara resmi. 

Masjid-masjid yang berada di Tepi Barat juga mengumumkan agar jamaahnya melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing untuk sementara waktu, guna menangkal penyebaran virus corona. Pengumuman itu disampaikan melalui pengeras suara.    

Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtyyeh, menerapkan kebijakan isolasi selama selama 30 hari ke depan, demi menangkap penularan virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu.
 
Merujuk data worldometers, saat ini Israel memiliki 1.238 kasus virus corona; 1 meninggal, 37 sembuh. Sementara Palestina memiliki 59 kasus, di mana 17 di antaranya sembuh.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
BNI Mobile