Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Innalillahi, KH Makmun Siradj Tanggamus Wafat

Innalillahi, KH Makmun Siradj Tanggamus Wafat
KH Makmun Siradj Bin Sirajuddin Yahya. (Foto:Istimewa)
KH Makmun Siradj Bin Sirajuddin Yahya. (Foto:Istimewa)
Tanggamus, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanggamus, Lampung berduka. Salah satu kader NU terbaik di Bumi Begawi Jejama yakni KH Makmun Siradj Bin Sirajuddin Yahya wafat pada Rabu (25/3). Kiai Makmun wafat pada pukul 02.40 WIB di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.
 
Selama hidupnya, Kiai Makmun adalah sosok yang terkenal sangat aktif dalam berorganisasi. Tercatat ia pernah menjadi Katib Syuriyah PCNU Tanggamus masa khidmad 2014-2019. Terakhir ia merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tanggamus periode 2015-2020.
 
Menurut Sekretaris PCNU Tanggamus H Syaifuddin Zuhri, Kiai Makmun merupakan sosok yang senantiasa mengayomi umat dan menjadi suri tauladan. Sikapnya yang tenang dan penuh ketawaduan menjadikan kesejukan dalam pengabdiannya bagi umat.
 
"Beliau sosok yang patut dicontoh sikapnya. Beliau juga seorang aktivis organisasi. Kalau ada undangan kegiatan, selama tidak ada udzur, beliau selalu hadir," kata Zuhri kepada NU Online.
 
Belum lama ini dalam Musyawarah Daerah MUI Tanggamus pada Bulan Februari 2020, alumni Timur Tengah juga masih diajukan untuk meneruskan kepemimpinan MUI di Tanggamus. Namun karena alasan kesehatan, Kiai Makmun tidak berkenan untuk meneruskan jabatannya 
 
Sampai akhir hayatnya pun ia masih aktif berkhidmah di NU Tanggamus sebagai Awan. Inilah yang menjadikan Kiai Makmun sosok inspiratif dan patut dicontoh oleh para generasi muda NU untuk terus berkiprah di organisasi.
 
Sementara Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrahim mengenang Kiai Makmun sebagai kader yang tak lelah berjuang di organisasi. Hal ini ia rasakan saat bersama-sama di Nahdlatul Ulama Tanggamus sebelum akhirnya Pringsewu menjadi kabupaten definitif yang terpisah dari Tanggamus.
 
"Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni salah dan khilafnya diterima iman islamnya dan perjuangannya di NU, dan ditempatkan di tempat yang terindah di sisiNya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, keikhlasan. Amin," katanya.
 
Sampai berita ini diturunkan, jenazah sudah berada di rumah duka di Desa Kuta Dalom, Gisting, Tanggamus dan akan dimakamkan pada hari ini juga. Selamat jalan, Pak Kiai. Kiprah dan perjuanganmu selalu menginspirasi para penerusmu. Lahul faatihah.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile