Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Antisipasi Merebaknya Covid-19, Santri Pesantren Tebuireng Dipulangkan Sementara

Antisipasi Merebaknya Covid-19, Santri Pesantren Tebuireng Dipulangkan Sementara
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (kiri) berkomunikasi dengan pengurus pondok terkait pemulangan santri. (Foto:NU Online/Syarif Abdurrahman)
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (kiri) berkomunikasi dengan pengurus pondok terkait pemulangan santri. (Foto:NU Online/Syarif Abdurrahman)
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur punya cara tersendiri untuk mencegah sebaran virus corona atau Covid-19 kepada para santrinya. Pesantren yang didirikan KH M Hasyim Asy'ari ini menyediakan 10-13 armada bus untuk mengembalikan santri kepada orang tuanya. Bus ini khusus santri yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya.
 
Sedangkan untuk daerah luar Pulau Jawa direncanakan penyewaan kapal dan pemesanan tiket pesawat secara bersama-bersama.
 
Sedangkan untuk santri di Provinsi Jawa Timur sudah diperbolehkan pulang mulai Rabu (24/3) pagi. Namun, syaratnya harus di jemput orang tua masing-masing dengan kendaraan pribadi.
 
"Rencananya para santri selain Jawa Timur akan mulai dipulangkan mulai tanggal 27-28 Maret 2020," kata Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng Ustaz Iskandar, Selasa (24/3).
 
Demi meringankan beban wali santri, sistem pembayaran tiket mendapat diskon, separuh dari ongkos tiket ditanggung oleh pondok dan langsung dilewatkan tol sejak dari Jombang. Setiap bus akan didampingi oleh pembina dari Pesantren Tebuireng.
 
Iskandar mengakui ini adalah keputusan yang berat, tapi pesantren terpaksa mengembalikan santri ke orang tuanya. Keputusan ini alternatif terakhir dari sekalian opsi yang ada.
 
Menurutnya, jumlah santri putra dan putri Tebuireng sekitar 4000-an. Dengan jumlah sebanyak itu sangat sulit mengontrol dari virus, sebab Tebuireng tidak mungkin melakukan penutupan total dari orang luar.
 
Tebuireng setiap hari didatangi warga sekitar pondok untuk mengambil laundry, tukang masak di dapur, pemasok sayur, dan pemasok beras.
 
"Dikhawatirkan nanti bila ada yang tertular virus maka akan dengan mudah mengenai ribuan orang," tambahnya.
 
Sebelum pulang, para santri diajak salat hajat dua rakaat. Rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas. Dilanjutkan zikir bersama. Sebelumnya, salat maghrib dan isya para santri membaca qunut nazilah.
 
Namun pemulang santri ini tidak berlaku bagi santri yang rumahnya masuk zona merah dan luar jawa. Santri-santri tersebut sementara waktu diminta tinggal di pondok dulu.
 
"Santri kita liburkan hingga ada pemberitahuan resmi dari pondok untuk kembali. Jika belum ada permintaan maka santri dilarang untuk ke pesantren. Kita berharap orang tua santri mengawasi anaknya saat di rumah,” ujar Iskandar.
 
Secara teknis penjemputan santri putra yang dari Jawa Timur berada di area parkir Gus Dur mulai pukul 07.00 WIB. Khusus santri putri titik penjemputannya di depan pondok putri dan kampus C Universitas Hasyim Asy'ari. 
 
"Pesantren Tebuireng juga tidak melarang ada santri yang tidak pulang dan ingin tetap di pondok asalkan mendapat izin dari orang tua," ujarnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online