Kerja Sama Masyarakat Penting untuk Tangkal Covid-19

Kerja Sama Masyarakat Penting untuk Tangkal Covid-19
Ilustrasi. (Foto: via MSN)
Ilustrasi. (Foto: via MSN)
Jakarta, NU Online
Wabah covid-19 di Indonesia kian memprihatinkan, per hari ini Selasa (24/3) sudah ada 579 masyarakat yang dinyatakan positif corona. Untuk mencegah dan memutus penularan virus mematikan tersebut masyarakat dimohon untuk terus bekerja sama dan disiplin. 

Antara lain mengikuti seluruh anjuran dan imbauan pemerintah. Selain itu, masyarakat yang memiliki riwayat kunjungan ke daerah terjangkit dan merasakan gejala Covid-19 diminta untuk melaporkan diri kepada pemerintah setempat terutama ke petugas layanan kesehatan. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr Ahmad Fariz MZ Zein saat mengisi Orientasi Online Relawan NU Peduli Covid-19, Ahad (22/3). Dokter Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, pihak yang berhak mendorong agar masyarakat mau melaporkan secara dini itu salah satunya adalah Relawan NU Peduli Covid-19. 

“Pelaporan diri bagi yang berisiko, dilakukan dengan cara memotivasi masyarakat untuk melaporkan diri ke pihak desa atau layanan kesehatan bila pulang dari bepergian dari daerah terjangkit dan mengalami gejala di ODP dan PDP,” katanya. 

Dia menegaskan, penting diketahui Covid-19 lebih dominan menyerang saluran napas, salah satunya dalam bentuk infeksi saluran napas atas (ISPA), pneumonia, dan atau kondisi yang lebih berat dari itu. 

ISPA sendiri biasanya ditandai dengan gejala demam, batuk, pilek, sementara pneumonia ciri-cirinya demam, batuk, dan sesak napas.Untuk menilai kecurigaan ke arah Covid-9, lanjutnya, yaitu: bagi pasien dalam pemantauan (PDP). Didapatkan gejala demam, batuk, Dan sesak napas serta memiliki riwayat kontak.

“Kedua bagi orang dalam pemantauan (ODP). Biasanya didapatkan gejala demam, batuk, pilek, tidak ada sesak napas. juga yang penting di sini adanya riwayat kontak. Riwayat kontak yang dimaksud adalah riwayat bepergian ke daerah terjangkit, riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi COVID19,” tuturnya. 

Kemudian, penularan Covid-19 terjadi melalui droplet atau percikan dahak saat batuk, bersin, atau bicara. Kelanjutan dari penularan ini adalah kontak dengan droplet misalnya bicara dengan jarak dekat dan menyentuh droplet atau bersentuhann dengan mata, hidung, atau mulut.

Saat ini, ucap dia, penting adanya gerakan masyarakat yang menegaskan pada 2 hal yaitu promotif-pencegahan dan pelaporan diri bagi yang berisiko. Dan ini adalah ranah relawan NU Peduli yang sangat utama.

Promotif atau pencegahan terkait Covid-19 sendiri meliputi cuci tangan secara teratur dengan hand sanitizer atu sabun dengan air mengalir, jaga jarak bicara minimal 1-2 meter, melakukan etika batuk atau bersin. Dan social distancing atau meminimalisasi kontak fisik dengan masyarakat yang dilakukan dengan cara melakukan sebagian besar aktivitas harian di rumah. 

“Pada kondisi mendesak, bisa keluar rumah dengan pertimbangan menggunakan masker, cuci tangan sebelum dan setelah keluar rumah, dan bila perlu mengganti pakaian (untuk daerah yang dinyatakan terjangkit), dan terakhir hindari kerumunn orang,” ucapnya.

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile