Ketua NU Bangkalan: Tunda Kegiatan yang Datangkan Massa 

Ketua NU Bangkalan: Tunda Kegiatan yang Datangkan Massa 
KH Muhammad Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Abdullah Hafidi)
KH Muhammad Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Abdullah Hafidi)
Bangkalan, NU Online 
Menyambut masuknya bulan Sya'ban, bulan ke delapan tahun hijriah yang mana sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren memasuki akhir tahun. Pada kesempatan tersebut marak digelarnya agenda tahunan yang dikenal dengan istilah haflatul imtihan.
 
Di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih belum mereda, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan Jawa Timur mengimbau kepada seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk menunda semua kegiatan yang bisa mendatangkan kerumunan massa.
 
"Kegiatan yang mendatangkan kerumunan massa agar ditunda, seperti yang dilakukan oleh pesantren-pesantren besar termasuk Bangkalan," kata KH Muhammad Makki Nasir, Rabu (25/3) 
 
Ketua PCNU Bangkalan yang akrab disapa Ra Makki mengemukakan bahwa instruksi tersebut demi kemaslahatan bersama. 
 
“Hal itu sesuai dengan asas syariat yang di antaranya adalah menjaga kehidupan itu sendiri agar tetap berlangsung,” jelasnya pada acara koordinasi dan sosialisasi Covid-19.
 
Pada acara yang digelar bersama Tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangkalan ini, Ra Makki melanjutkan bahwa yang paling penting adalah bagaimana upaya mendekatkan diri kepada Allah ditingkatkan. Pada saat yang sama, aktifitas duniawi tetap berjalan sebagaimana biasanya dengan menghindari kerumunan massa.
 
"Dan yang paling penting adalah kita lebih takarrub kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, namun tetap beraktifitas duniawi, dan jangan panik," jelasnya di hadapan perwakilan PCNU dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Bangkalan.
 
Selain kepada pengurus, Ra Makki juga mengimbau kepada Tim Satgas untuk menyederhanakan istilah yang berkaitan dengan Covid-19 sesuai kebudayaan lokal setempat. Hal itu agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat.
 
"Istilah yang berhubungan dengan Covid-19 disederhanakan lagi menurut local wisdom, diterjemahkan lagi pakai bahasa lokal, seperti istilah yang berbahasa Inggris, social distancing, lock down, dan lain sebagainya," pesannya.
 
Pada kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan tersebut, Ra Makki menegaskan pembatasan interaksi sosial jangan sampai menimbulkan kepanikan kepada masyarakat.
 
"Social distancing jangan sampai menimbulkan kepanikan, komunikasi yang representatif dan mudah dipahami terkait data masyarakat untuk penindakan langkah kesehatan," harap Ra Makki.
 
Karena, lanjut Ra Makki sebelum memungkasi imbauannya, kunci kesuksesan Tim Satgas Covid-19 terletak pada komunikasi yang dilakukan sesederhana mungkin.
 
"Kunci kesuksesan adalah komunikasi yang sederhana dan familiar di masyarakat bawah," pungkasnya.
 
Kontributor: Abdullah Hafidi
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile