Berbaju Putih, Presiden Jokowi Antarkan Ibunda Ke Peristirahatan Terakhir

Berbaju Putih, Presiden Jokowi Antarkan Ibunda Ke Peristirahatan Terakhir
Presiden Jokowi di pusara Ibunda (Foto:Dok Kepresidenan)
Presiden Jokowi di pusara Ibunda (Foto:Dok Kepresidenan)
Karanganyar, NU Online
Prosesi pemakaman jenazah ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo berjalan dengan suasana khidmat dan sederhana. Sudjiatmi dimakamkan di sisi kanan suaminya di pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3) siang.
 
Pantauan NU Online, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja berwarna putih beserta keluarga turut mengiringi peti jenazah sang ibunda menuju pemakaman.

Peti jenazah Sujiatmi dikeluarkan dari mobil jenazah dan diangkat oleh enam anggota Paspampres berseragam merah putih menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.
 
Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara pemakaman tersebut, antara lain Kepala Staf Kepresidanan Moeldoko, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan lain-lain.
 
Saat meninggalkan lokasi pemakaman, Presiden Jokowi memberikan salam jauh kepada para pelayat yang hadir di lokasi dan tidak memberikan keterangan kepada awak media yang hadir.
 
Dalam akun FB Presiden Joko Widodo mengunggah "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke hadirat Allah SWT, Ibunda kami, Ibu Hj Sudjiatmi Notomihardjo, pada hari ini, Rabu 25 Maret 2020, pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit DKT Surakarta karena sakit yang telah diidapnya selama empat tahun ini". 

"Selama masa-masa berat itu, almarhumah, kami semua, dengan dukungan para dokter, telah berusaha dan berikhtiar untuk berobat. Akan tetapi Allah menghendaki lain. Atas nama keluarga besar almarhumah, saya memohonkan doa dari jauh, semoga segala dosa-dosa almarhumah diampuni oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin," tulisnya.
 
Semalam kepada media, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas ucapan bela sungkawa dari berbagai pihak. Dirinya mengimbau kepada masyarakat termasuk kepada para pembatunya di Kabinet Indonesia Maju tidak perlu hadir di Solo untuk bertakziyah.
 
Pengasuh Majelis Taklim Jamaah Muji Rasul Putri (Jamuri) Hj Sechah, mengenang Ibu Sudjiatmi sebagai orang yang suka membaca shalawat. "Beliau juga sangat mendukung kegiatan shalawatan Jamuri, juga menjadi pengunduh rutin kegiatan Jamuri setiap tahun di bulan Rabiul Awal," kenangnya.
 
Kontributor: Ajie Najmuddin
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile