Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kapan Pandemi Berakhir dan Kehidupan Kembali Normal?

Kapan Pandemi Berakhir dan Kehidupan Kembali Normal?
Pakar Epidemiologi FKM UI, dr Syahrizal Syarif. (Foto: NU Online/Suwitno)
Pakar Epidemiologi FKM UI, dr Syahrizal Syarif. (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Kecuali China dan negara di sekitarnya yang hampir menang melawan pandemi Covid-19, warga dunia dari beberapa negara justru harus berjibaku dengan Covid-19 yang kasus dan kematiannya justru meningkat pesat.

Berbagai upaya taktis, strategis, dan medis terus dilakukan oleh warga dunia, termasuk Indonesia. Jika beberapa negara langsung memilih mengunci (lockdown) kawasannya, Indonesia masih memilih model physical distancing (jaga jarak) dan kebijakan diam diri di rumah.

Pemerintah Indonesia memperpanjang masa darurat nasional Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Artinya hingga selesainya hari raya Idul Fitri 1441 H.

Pakar Epidemiologi FKM UI, dr Syahrizal Syarif memprediksi, pandemi corona di Indonesia akan mencapai puncaknya pada akhir April 2020.

“Ketika saat itu memuncak, selanjutnya mengalami penurunan hingga kemungkinan berakhir pada akhir Mei 2020,” ujar Syahrizal Selasa lalu di Jakarta.

Menurutnya, perkiraan masa puncak sangat dipengaruhi dari langkah-langkah penanggulangan yang dilakukan pemerintah dan kerja sama masyarakat untuk menanggulangi wabah.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat tidak pesimis dalam melakukan penanganan dan penanggulangan. “Saya tetap berharap kasus Covid-19 ini bisa mulai turun di angka kurang dari 40 hari,” ucap Syahrizal.

Pemerintah mengumumkan tambahan 20 pasien meninggal dunia akibat virus corona pada Kamis (26/3). Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus Covid-19 itu melonjak jadi 78 orang dari 893 kasus terkonfirmasi. Sedangkan yang berhasil sembuh 35 pasien.

Ini sekaligus menjadi kenaikan tertinggi jumlah pasien corona yang meninggal. Kasus kematian cukup tinggi yang sebelumnya diumumkan pemerintah adalah 12 orang pada 18 Maret 2020 dan 10 orang pada 22 Maret 2020.

Jumlah pasien kasus corona terus bertambah hingga detik ini. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kasus positif yang dikonfirmasi bertambah lebih dari 45.000 kasus. Rabu (25/3) pukul 16.44 WIB, jumlah terinfeksi adalah 425.964 kasus. Kamis (26/3) pukul 10.29 WIB, jumlahnya bertambah menjadi 471.044 kasus.

Kemudian pada 15.56 WIB, jumlah itu bertambah menjadi 473.137 kasus. Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona menjadi 198 dan ada wabah di transportasi angkut (Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang).

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 21.336 pasien, sedangkan 114.779 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Ini artinya, ada lebih dari 5.000 pasien dinyatakan sembuh sejak kemarin.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile