Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiat Jaga Kesehatan Mental di Tengah Derasnya Informasi soal Corona

Kiat Jaga Kesehatan Mental di Tengah Derasnya Informasi soal Corona
Ilustrasi. (NU Online)
Ilustrasi. (NU Online)
Jakarta, NU Online
Pemberitaan dan informasi soal wabah virus corona di berbagai portal berita dan juga di media sosial tak jarang membuat sebagian masyarakat justru panik, khawatir, dan was-was. Belum ditambah hoaks bertebaran menambah beban mental yang harus dipikul masyarakat.

Dalam hal ini, masyarakat tidak boleh percaya begitu saja berita dan informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat bisa mengakses portal-portal berita kredibel, terpercaya, dan selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik untuk kebaikan umum (common good).

Para pakar jauh-jauh sebelumnya telah berulang kali memberikan kiat atau tips bahwa masyarakat tidak perlu panik di tengah kewaspadaan yang memang harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Waspada harus, tetapi tidak perlu panik,” kata Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dr Syahrizal Syarif beberap waktu lalu di Jakarta.

Seperti diketahui, virus corona memicu ketidakpastian di penjuru dunia dan pemberitaan mengenai wabah ini rasanya tak kunjung mereda.

Semua ini dapat memengaruhi kesehatan mental, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah mental bawaan seperti gangguan kecemasan atau gangguan obsesif kompulsif.

Menurut para ahli, kecemasan karena ketidakberdayaan dan kegagalan untuk menoleransi ketidakpastian merupakan ciri-ciri khas pada banyak kasus gangguan kecemasan.

Jadi dapat dipahami jika banyak individu yang sudah memiliki gangguan kecemasan akan merasa makin tertekan di tengah pandemi corona seperti saat ini.

Adapun organisasi kesehatan dunia atau WHO merilis kita-kiat agar kesehatan mental terjaga. Berikut linknya: Tips Kesehatan Mental WHO.

Jumlah kasus positif virus corona hingga Jumat (27/3) mencapai 1046 orang, bertambah 153 kasus dibandingkan kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 orang meninggal dunia dan 46 orang berhasil sembuh. Artinya, tingkat kematian kasus positif Corona mencapai 8,3 persen.

Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona menjadi 200 negara dan ada wabah di transportasi angkut (Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang).

Dari total 549.604 kasus virus corona di seluruh dunia, jumlah kematian mencapai 24.863 pasien, sedangkan 127.531 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Amerika Serikat kini memiliki kasus positif virus corona terkonfirmasi yang tertinggi di dunia melebihi China dan Italia.

Total jumlah kasus pada Jumat (27/3) pagi, menurut data dari Worldometer, adalah sebanyak 85.377 kasus di atas China yang memiliki 81.340 kasus dan Italia dengan 80.589 kasus.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi tersebut naik 17.166 dari hari sebelumnya. Pada hari sebelumnya, AS memiliki 68.211 kasus, yang juga naik 13.355 kasus dari hari sebelumnya.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile