Bersama Aparat, NU di Sumenep Periksa Sejumlah Kendaraan Luar Kota

Bersama Aparat, NU di Sumenep Periksa Sejumlah Kendaraan Luar Kota
Pemeriksaan kendaraan dilakukan di perbatas wilayah Sumenep. (Foto: NU Online/istimewa)
Pemeriksaan kendaraan dilakukan di perbatas wilayah Sumenep. (Foto: NU Online/istimewa)
Sumenep, NU Online
Satu demi satu daerah di Jawa Timur yang awalnya masih belum ditemukan yang positif virus Corona kini mulai bermunculan. Terakhir Kabupaten Bondowoso yang sebelumnya masih zona hijau, kini masuk kawasan merah karena ditemukannya penderita Corona. 
 
Untuk memutus mata rantai Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, dinas kesehatan, Palang Merah Indonesia, Kodim 0827 dan Polres melakukan upaya pencegahan virus Corona. Hal tersebut dilakukan dengan mencegat bus luar kota maupun kendaraan yang masuk di perbatasan. Apalagi sampai hari ini, Sumenep belum didapatkan satu orang pun yang positif Corona.

Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini mendapat respons positif dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Sumenep untuk membantu aparat saat melakukan penghentian bus luar kota. 
 
“Tindakan juga dilakukan penyemprotan disinfektan dan memeriksa suhu penumpang bus. Jika ditemukan penumpang sakit, maka dilarang untuk melanjutkan perjalannya dan tim akan bergegas merujuk ke RSUD Sumenep,” kata KH A Junaidi Mu’arif, Sabtu (28/3).
 
Ketua MWCNU Pragaan ini bahkan menginstruksikan kepada Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Ansor dan Banser, IPNU dengan CBP-nya untuk turun ke pintu perbatasan Kabupaten Sumenep.
 
“Mereka kami siagakan di Desa Sendang untuk membantu tim yang sudah lama berjaga hingga larut malam,” jelasnya.
 
Dari kegiatan tersebut, banyak warga perantauan dari berbagai daerah yang ingin pulang kampung. Di antara warga perantauan tersebut paling banyak berasal dari Surabaya, Tuban, Situbondo, Banyuwangi, Bali, hingga Jakarta. 
 
“Total bus luar kota yang diberhentikan oleh tim mulai hari pertama hingga sekarang berjumlah 65 bus. Yang mana semuanya adalah sebagai perantau,” ungkapnya.
 
Kiai Junaidi mengajak warga bersama menjaga Madura, khususnya Kabupaten Sumenep. 
 
“Jangan panik dengan informasi yang beredar tentang penyebaran Covid-19. Mohon kepada Allah SWT kita dijauhkan dari wabah ini dan tetap jaga kesehatan dengan juga menjaga wudhu serta jangan mengunjungi keramaian,” katanya saat berada di pos pemantauan.
 
Hal yang juga mendesak dilakukan untuk menjaga Sumenep dari merebaknya Corona adalah melakukan sterilisasi di pintu masuk perbatasan. Karena secara geografis Kecamatan Pragaan merupakan pintu awal masuk para perantau yang ingin pulang kampung.
 
"Kami ingin mempertahankan zona hijau di Kecamatan Pragaan, sehingga kami beserta tim untuk melakukan gerilya secara ketat agar semua orang yang masuk kawasan ini tidak membawa virus Corona," kata Kiai Hambali Makhtum.
 
Sekretaris MWCNU Pragaan tersebut menegaskan bahwa NU selalu melakukan koordinasi dengan berbagai kalangan demi memastikan suasana kondusif.
 
“Komunikasi dilakukan melalui leading sektor terkait kerja sama dengan pemerintah untk mencegah penuluran Covid-19,” pungkasnya.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
BNI Mobile