Ketua Pergunu Kalbar: Sikapi Virus Corona dengan Ikhtiar dan Tawakal

Ketua Pergunu Kalbar: Sikapi Virus Corona dengan Ikhtiar dan Tawakal
Pontianak, NU Online
Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Virus yang mematikan dan ditakuti saat ini terus menyebar, termasuk ke Indonesia khususnya Kalimantan Barat.
 
Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji cepat tanggap dengan berita ini yang langsung membuat kebijakan yang dapat memutus mata rantai penyebaran virus. Dari penerapan social distance, penertiban masyarakat, hingga larangan untuk berkumpul melakukan ritual keagamaan. Hal ini penting dilakukan mengingat ibu kota Pontianak telah ditetapkan menjadi daerah wilayah transmisi lokal penularan Corona.
 
Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Gunu Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kalimantan Barat, Jasmin Haris mendukung ikhtiar yang dilakukan pemerintah demi memasetikan Covid-19 tidak semakin tersebar. 
 
“Pergunu Kalbar mendukung penuh dan sangat setuju dengan kebijakan gubernur serta siap mengawal kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran,” katanya, Ahad (29/3).
 
Jasmin Haris juga mengimbau kepada anggota Pergunu, sejumlah guru serta santri untuk menyikapi wabah Corona menurut Ahlu Sunnah wal Jama’ah. 
 
“Umat Islam hendaknya menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal serta mu’tadil dan mutawasith yaitu seimbang dan berimbang serta dalam menanggapi wabah ini tidak terlalu takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan,” ungkapnya.
 
Selanjutnya, dalam menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal, umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak doa dan dzikir. 
 
“Ikhtiar dilakukan dengan menjaga badan agar selalu sehat dengan makanan bergizi, serta olah raga teratur, menjaga kesehatan fisik, serta menjaga diri sesuai dengan anjuran kesehatan," jelasnya.
 
Selain itu, Jasmin Haris juga mengajak untuk meneladani sikap dan tindakan Umar bin Khattab dan pasukannya yang membatalkan rencana memasuki Kota Syam saat itu sedang terserang wabah penyakit.
 
“Dalam hal menghindari dan mengantisipasi wabah semakin meluas, maka hendaknya kita menjauhi kerumunan massa, membuat jarak, dan tidak berkumpul,” pesannya.
 
Menurutnya tawakkal dilakukan dan berikhtiar dengan maksimal. 
 
“Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka itulah takdir,” pungkasnya. 
 
 
Kontributor: Siti Maulida
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile