Lawan Covid-19, LDNU Jember Bagikan Minuman Madu Rempah

Lawan Covid-19, LDNU Jember Bagikan Minuman Madu Rempah
Divisi Advokasi LDNU Jember, Jawa Timur, Mohammad Barmawi. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Divisi Advokasi LDNU Jember, Jawa Timur, Mohammad Barmawi. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk meredam penularan Covid-19. Kalau selama ini, pencegahan pandemi virus yang mematikan itu lebih banyak dengan menggunakan penyemprotan cairan disinfektan, tapi apa yang dilakuan Pengurus Cabang LDNU Jember, Jawa Timur ini sedikit beda. Yaitu membagikan minuman madu plus rempah Jawa.

 

Minuman yang dikemas dalam botol tersebut, diberikan secara gratis kepada jamaah shalat subuh di mushala dan masjid di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, Senin (29/3) pagi.

 

“Tidak hanya hari ini kami bagikan minuman itu, tapi insyaallah terus berlanjut di mushala dan masjid lain di Desa Klatakan,” ujar Divisi Advokasi LDNU Jember, Mohammad Barmawi kepada NU Online di kediamannya, Dusun Gadungan, Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, Senin (29/3).

 

Menurutnya, selain mengandalkan penyemprotan cairan disinfektan, penularan Covid-19 juga bisa dicegah dengan mempertebal daya tahan tubuh. Salah satu caranya adalah minum madu plus rempah Jawa, yang terdiri dari sari jahe emprit, serai ketumbar, kunyit, temu lawak, dan lemon. Dikatakannya, penyemprotan disinfektan merupakan usaha untuk membendung laju penularan Covid-19 dari luar. Sedangkan minum madu rempah atau sejenisnya adalah untuk membentengi tubuh dari serangan penyakit.

 

“Kalau daya tahan tubuh kita baik, insyaallah Corona dan penyakit lain tidak kerasan di tubuh kita,” jelasnya seraya mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan.

 

Gus Barmawi, sapaan akrabnya, sengaja memilih jamaah shalat subuh untuk memancing masyarakat agar bangun pagi dan melaksanakan shalat subuh berjamaah. Sebab secara medis bangun sebelum subuh cukup menyehatkan dan merupakan kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

 

“Ada dua manfaat program ini, yaitu mencegah penularan Covid-19, dan mendorong masyarakat bangun sebelum subuh,” lanjutnya.

 

Gus Barmawi mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan menganggap kasus Covid-19 begitu menakutkan. Dikatakannya, Covid-19 hanya virus biasa, yang perlu disikapi secara wajar. Sebab, yang namanya virus itu sudah berkali-kali muncul di Indonesia dan dunia.

 

“Kita sikapi secara wajar, namun kita tetap waspada, kita ikuti saran pemerintah. Dan ktia berdoa terus kepada Allah, kita yakin bahwa corona akan segera berakhir,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile