Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Inilah Sumber Ijazah 'Li Khamsatun' Kiai Hasyim Saat Hadapi Wabah 

Inilah Sumber Ijazah 'Li Khamsatun' Kiai Hasyim Saat Hadapi Wabah 
Seorang santri sedang berdzikir. (Ilustrasi: NU Online)
Seorang santri sedang berdzikir. (Ilustrasi: NU Online)
Bandar Lampung, NU Online
Di tengah pandemi Covid-19, warga dan para santri NU banyak melantunkan sebuah syair doa yang diijazahkan oleh muassis (pendiri) jam'iyyah Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, syair yang lengkapnya berbunyi:

لي خمسة أطفي بها حر الوباء الحاطمة
المصطفى  والمرتضى وابناهما وفاطمة
 
ini termaktub dalam kitab Malâhiq fî Fiqh al-Dakwah al-Nûr setebal 440 halaman karya al-Syaikh Badi'uzzaman Sa'id al-Nursi.

Pada halaman 81 dalam kitab tersebut antara lain tertulis kalimat sebagai berikut:

وقد قال أحد الفاضلين للإستشفاء والإستشفاع
لي خمسة أطفي بها نار الوباء الحاطمة
المصطفى والمرتضى وابناهما وفاطمة

Selanjutnya setelah kalimat di atas, di bawah footnote tertulis kalimat yang menunjukkan referensi syair di atas, yaitu sebagai berikut:

ورد في مجموعة الأحزاب للكمشخانوي جزء ٢ ص ٥٠٥ في دعاء دفع الطاعون. وفيه : لي خمسة أطفي بها حر الوباء ٠٠٠. الخ 

Kitab di atas lengkapnya berjudul مجموعة الأحزاب الشاذلية adalah sekumpulan hizb yang disusun oleh al-Quthb Abi al-Hasan al-Syadzili yang dikumpulkan oleh al-Syaikh Dliya' al-Din Ahmad bin Musthafa bin Abdurrahman al-Kamsyakhanawi al-Naqsyabandi al-Mujaddidi al-Khalidi (wafat: 1311 H.)

Penjelasan ini disampaikan Kiai asal Lampung ini melalui laman Facebook pribadinya dan mendapat respon positif dari warganet. Di antaranya dari akun Asror Afdlola yang merasa semakin mantap dengan doa tersebut.

"Alhamdulillah.. Bahwa para masyayikh ketika mengajarkan kepada santrinya tentu semua sumber/sanadnya jelas semua..  Matur sembah nuwun yi Ahmad," tulisnya dalam kolom komentar.

Selain syair tersebut, amalan lain yang dianjurkan PBNU di saat wabah Corona adalah dengan membaca shalawat Thibbil Qulub (Obat Hati). Redaksi shalawat tersebut adalah: 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Berdasarkan berbagai sumber, shalawat Thibbil Qulub atau disebut juga shalawat ath-Thibbiyyah atau shalawat Nur al-Abshar digubah oleh seorang ulama Mesir yakni Syaikh Ahmad ibn Ahmad Ibn Ahmad al-Adawiy al-Malkiy al-Khalawaty al-Dardir.

Shalawat Thibbil Qulub ini diterangkan dalam kitab Saadah al-Darain fi Shalat 'ala Sayyid al-Kaunain di mana penulisnya Syaikh Yusuf ibn Ismail menisbatkan shalawat Thibbil Qulub pada Syaikh al-Dardir. 
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile