Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Hindari Kontak Fisik, MTs Sabilunnajah Kendal Buka Pendaftaran Secara Online

Hindari Kontak Fisik, MTs Sabilunnajah Kendal Buka Pendaftaran Secara Online
Kegiatan ujian sekolah, santri Sabilunnaah Kendal dengan lesehan (Foto: NU Online/Rifqi Hidayat)
Kegiatan ujian sekolah, santri Sabilunnaah Kendal dengan lesehan (Foto: NU Online/Rifqi Hidayat)
Kendal, NU Online
Adanya kebijakan pemerintah untuk mengalihkan belajar peserta didik di rumah berdampak pada hampir semua lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Plus Sabilunnajah Brangsong Kendal mengganti kegiatan belajar mengajarnya secara online dan pendafataran siswa baru juga melalui online di https://forms.gle/H14eocor5Rb9g6Lw5.
 
"Sesuai arahan Kementrian Agama Kabupaten Kendal, siswa kami kendalikan secara online, pendaftaran siswa baru juga secara online," kata Kepala MTs Plus Sabilunnajah, Moh Khusen, kepada NU Online Rabu (1/4).
 
Setiap hari siswa mendapatkan materi dari guru pengajar melalui pesan singkat dalam aplikasi percakapan WhatAps. "Semua siswa ada dalam WAG yang dibuat oleh Wali Kelas," ujarnya.
 
Khusen melanjutkan, siswa mendapatkan materi dalam bentuk pdf dan tugas yang sesuai dengan jadwal harian. Selain itu, siswa mengirimkan foto kegiatan belajarnya di rumah. "Orang tua juga kami monitor untuk memastikan kegiatan belajar di rumah," imbuhnya.

Direncankan, kegiatan ujian madrasah (UM) maupun ujian kelulusan juga dengan cara sama. "Untuk teknisnya nanti akan diperjelas, saat ini masih digodok," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Yayasan Pondok Pesantren Sabilunnajah Kiai Mandzur Labib. Yayasan mengikuti imbauan social distancing yang melarang pengumpulan massa. 
 
"Kegiatan akhirussanah pondok kita undur, Insyaallah nanti setelah lebaran," ungkapnya.
 
Gus Mandzur sapaannya mengatakan, adanya perubahan praktik dalam pengajaran di pesantren. "Tempat duduk di madrasah diniyyah sudah diatur berjarak, termasuk yang lesehan juga. Kebetulan saat ini sedang test, nomor yang ada di lantai juga diatur dengan jarak 1 meter," bebernya.
 
Para santri yang mengikuti pendidikan formal di MTs Plus Sabilunnajah juga diberikan kebijakan khusus untuk mendukung kelancaran pembelajaran. "Khusus untuk masa wabah Corona ini diberi kebebasan membawa androit karena menurut aturan sekolah memberlakukan pembelajaran secara online," tuturnya.
 
Bahkan, Ketua Takmir Masjid Baitul Atqiya ini juga mengajak jamaah membaca qunut nazilah dalam shalat Jumat agar masyarakat menyadari wabah Corona bukanlah seperti wabah biasa. 
 
"Abah (pengasuh PP Sabilunnajah, KH Muthohar) yang ngimami shalat Jumat menambahkan qunut nazilah, biar masyarakat tidak menyepelekan imbauan pemerintah," pungkasnya.
 
Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Abdul Muiz

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya