Warga NU Tangsel Donasikan Motor Kesayangan untuk Bantu Cegah Corona

Warga NU Tangsel Donasikan Motor Kesayangan untuk Bantu Cegah Corona
H Muchlisin (paling kiri) bersama Penanggungjawab Posko NU Peduli Cegah Covid-19 H Abdullah Masud (tengah) dan Ketua LAZISNU Tangsel Rizky Subagia. (Foto: istimewa)
H Muchlisin (paling kiri) bersama Penanggungjawab Posko NU Peduli Cegah Covid-19 H Abdullah Masud (tengah) dan Ketua LAZISNU Tangsel Rizky Subagia. (Foto: istimewa)
Tangsel, NU Online
Seorang Nahdliyin Kota Tangerang Selatan, Banten bernama H Muchlisin mendonasikan sepeda motor kesayangannya untuk membantu upaya pencegaha virus Corona (Covid-19). Sepeda motor Megapro keluaran tahun 2014 itu ia sumbangkan melalui Posko NU Peduli Cegah Covid-19 Tangerang Selatan, Selasa (31/3).
 
Ia mengaku mendonasikan sepeda motornya karena hanya memiliki motor tersebut, meski ia ingin sekali bisa turun langsung dalam mencegah virus Corona.
 
Ia juga mengungkapkan, sebenarnya sangat berat karena sampai mendonasikan motor kesayangan. Tetapi, dengan adanya wabah saat ini, ia tak ingin dirinya menjadi orang yang tidak bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ia memutuskan untuk mendonasikan motor kesayangannya itu.
 
"Yang memotivasi saya untuk mendonasikan motor kesayangan saya ini adalah karena saya sebenernya ingin ikut membantu turun ke masyarakat bersama LAZISNU Tangsel. Tapi karena adanya pekerjaan saya di Rektorat Bagian Umum jadi nggak bisa ikut bergabung," kata Muchlisin yang bekerja di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
 
Dirinya mengatakan sudah berdiskusi dengan istrinya. "Alhamdulillah istri saya mengizinkan. Semoga donasi yang tidak seberapa ini menjadi manfaat," kata Muchlisin.
 
Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah yang sudah lama menetap di Tangerang Selatan mendonasikan sepeda motor yang dibeli dari hasil jerih payahnya. Muchlisin berharap agar motor yang didonasikan tersebut bisa dilelang atau dijualkan dengan harga sepuluh juta.
 
"Setidaknya hasilnya itu bermanfaat untuk melatih diri saya sendiri dan orang lain untuk selalu berbagi dan peduli.  Saya merasa senang  apalagi berdonasi kepada LAZISNU Tangsel. Motor ini saya beli awalnya pajaknya sudah mati, dan saya mengurus pajak dan balik nama juga sudah habis tiga jutaan. Dan itu saya yang bayar sendiri. Makanya saya berharap motor ini nanti bisa dijual atau dilelang dengan harga sepuluh jutaan," bebernya.
 
Ia mengatakan sudah mengecek di google harga penjualannya sekitar sepuluh utaan. "Namun saya serahkan kepada LAZISNU semua termasuk caranya. Yang pasti dari saya hanya bisa membantu ini," ujarnya.
 
Dalam penyerahan donasi motornya, Muchlisin juga menyerahkan dokumen-dokumennya seperti surat BPKB, STNK, kunci motor, yang diberikan pada tim Posko NU Peduli. Penyerahan dokumen-dokumen itu menurutnya agar bisa di pegang Tim Posko NU Peduli agar pengelolaan penjualan atau pelelangan lebih mudah.
 
"Semua (dokumen) ini atas nama saya. Jika nanti ada yang beli lalu mau balik nama, saya juga bersedia membantu pengurusannya," imbuh Muchlisin.
 
Penanggungjawab Posko NU Peduli Cegah Covid-19 Tangsel, H Abdullah Masud menyambut baik donasi tersebut. Ia berdoa pihak penyumbang dan keluarga akan mendapat keberkahan dan kemudahan rezeki.
 
"Dan saya berpesan kepada masyarakat agar mencontoh Bapak Muchlisin yang merelakan dan mengikhlaskan motornya untuk didonasikan. Kami semua mengucapkan apresiasi kepada semua para donatur khususnya Pak Muchlisin, kami merasa terharu semua," ungkap Cak Masud.
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile