Pernyataan Pemerintah Saudi soal Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini

Pernyataan Pemerintah Saudi soal Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini
Arab Saudi meminta umat Muslim di seluruh dunia untuk menunda sementara rencana perjalanan ibadah haji tahun ini, menyusul ketidakpastian akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Arab Saudi meminta umat Muslim di seluruh dunia untuk menunda sementara rencana perjalanan ibadah haji tahun ini, menyusul ketidakpastian akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Makkah, NU Online
Pemerintah Arab Saudi meminta umat Muslim di seluruh dunia untuk menunda sementara rencana perjalanan atau pekerjaan yang berkaitan dengan ibadah haji tahun ini sampai situasi membaik. Permintaan itu disampaikan di tengah ketidakpastian karena pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Saleh bin Taher Banten, mengatakan, Kerajaan sebetulnya siap memberikan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah. Namun di tengah pandemi Covid-19, Kerajaan terpanggil untuk lebih melindungi kesehatan umat Islam.

“Oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas,” kata Muhammad Saleh seperti dikutip dari laman AFP dan BBC, Rabu (1/4).

Meski demikian, Otoritas Saudi belum memberikan keputusan apakah dengan permintaan tersebut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap dilaksanakan atau tidak. Untuk diketahui, ibadah haji hanya bisa dilaksanakan satu tahun sekali, yaitu pada awal bulan Dzul Hijjah.
 
Dalam kalender Masehi, haji tahun ini akan diselenggarakan pada Juli atau sekitar tiga bulan lagi. Setiap tahunnya, ada sekitar 2,5 juta jamaah yang melaksanakan ibadah haji di Makkah. 

Dinukil laman kantor berita Saudi, SPA, Rabu (1/4), Muhammad Saleh juga meminta negara-negara di dunia bersabar dalam menyimpulkan kontrak haji tahun ini sampai keadaan (Covid-19) menjadi jelas. 

Dia menambahkan, Kerajaan juga memberikan perawatan kepada 1.200 jamaah umrah yang ‘terjebak’ dan tidak kembali ke negara asal mereka. Para jamaah umrah tersebut berada dalam hotel isolasi dan dalam keadaan sehat. 

Adapun mereka yang sudah membayar visa umrah dan tidak bisa melaksanakan umrah, maka pihak Kerajaan akan mengembalikan uangnya mereka.  
 
Sebelumnya, Saudi menghentikan penerbitan visa umrah baik untuk jamaah asal Saudi sendiri maupun untuk jamaah dari negara-negara lain guna menekan penyebaran virus corona pada awal Maret lalu. Saudi juga menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk dilakukan sterilisasi pada Kamis hingga Jumat (5-6/3).

Langkah terbaru untuk memerangi Covid-19, Saudi menerapkan lockdown di Kota Makkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah. Di samping itu, pergerakan antarprovinsi di wilayah Kerajaan juga dibatasi. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad 
BNI Mobile