Strategi Ma'arif NU Jombang Gelar Ujian saat Covid-19 Mewabah

Strategi Ma'arif NU Jombang Gelar Ujian saat Covid-19 Mewabah
Anilna Rochatal Fikriyah salah satu siswi MI Madinatul Ulum Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sedang mengerjakan soal UAMNU. (Foto:Istimewa)
Anilna Rochatal Fikriyah salah satu siswi MI Madinatul Ulum Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sedang mengerjakan soal UAMNU. (Foto:Istimewa)
Jombang, NU Online
Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Kabupaten Jombang, Jawa Timur memiliki strategi sendiri untuk bisa menyelenggarakan Ujian Akhir Ma’arif Nahdlatul Ulama (UAMNU) di tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19 seperti sekarang ini. Sejak 30 Maret lalu UAMNU di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah naungan LP Ma'arif sudah berlangsung dan berakhir pada 6 April mendatang.
 
Sekretaris PC LP Ma'arif NU Jombang, Muhaji mengungkapkan, kali ini Ma’arif menerapkan UAMNU dengan memanfaatkan jaringan internet atau daring yang dilakukan oleh setiap siswa dan siswi di rumahnya masing-masing. Sebagian dari mereka menggunakan komputer atau laptop dan sebagian yang lain menggunakan gadget.
 
"Proses pelaksanaannya yaitu dari pihak panitia mengirimkan soal UAMNU melalui laman yang bisa diakses peserta UAMNU dari mana saja, dalam hal ini, diharapkan peserta UAMNU mengerjakan UAMNU-BK di dalam rumah dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," katanya kepada NU Online, Kamis (2/4).
 
Pelaksanaan sistem milenial ini dipastikan efektif. Peserta didik pun sudah tentu mengerjakan setiap soal yang diberikan Ma'arif dengan baik. Pasalnya diberlakukan sistem pengawasan di setiap madrasah. Petugasnya adalah pengurus NU yang direkomendasikan oleh masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) melaksanakan pemantauan.
 
"Karena Ma'arif NU bekerja sama dengan ketua MWCNU yang tersebar di 21 kecamatan. Dalam pengawasan ini pun dengan sistem daring, pihak ketua MWC diberikan laman yang bisa memantau peserta didik secara online. Ini diharapkan dapat meminimalisir ketidakhadiran peserta UAMNU," jelasnya.
 
Ia mengaku, UAMNU dengan memanfaatkan daring sangat efektif dan efesien dari sisi waktu pelaksanaan. Sampai saat ini tidak ada kendala apapun di masing-masing Madrasah Ibtidaiyah sebagai penyelenggara UAMNU. Soal-soal yang diajukan tersampaikan kepada setiap siswa-siswi sesuai mata pelajarannya. Siswa-siswi juga dengan mudah mengisi soal tersebut.
 
"Sangat efektif, dan sampai hari ini sudah hari keempat. Respons dari masing-masing penyelenggara UAMNU sangat puas dan sangat memudahkan dalam pelaksanaannya," tuturnya.
 
Sedangkan untuk UAMNU di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) sudah dilaksanakan sebelum adanya virus Corona merebak di Indonesia. Tepatnya pada akhir akhir Februari hingga awal Maret lalu.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile