Kaligrafi dan Sorban Gus Mus untuk Penanganan Covid-19

Kaligrafi dan Sorban Gus Mus untuk Penanganan Covid-19
Kaligrafi buah karya KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Kaligrafi buah karya KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri melelangkan lukisan kaligrafi karyanya untuk penanganan wabah virus Covid-19. Dalam siaran langsung melalui akun Instagram, ia bersama putrinya, Ienas Tsuroiya, mengajukan harga awal untuk lukisannya itu Rp 5 juta. “Ini saya patok harga pertama lima juta,” kata kiai yang juga seniman itu pada Kamis (2/4).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang itu menjelaskan bahwa lukisan kaligrafinya tidak hanya estetika yang ditonjolkan, tapi ada hal lain yang terkandung di dalamnya, yakni proses pembuatannya dilakukan dengan puasa lebih dahulu. “Karena lukisan ini lukisan yang dibuat dengan berpuasa,” katanya.

Di samping itu, tulisan yang termaktub dalam lukisan kaligrafinya merupakan Asmaul Husna. Di tengahnya, terdapat Ismul A’dham. Gus Mus menjelaskan bahwa siapa yang berdoa dengan menyebut lafal tersebut, niscaya diijabah oleh Allah SWT.

Kaligrafi ini dilepas oleh Ienas kepada pemilik akun Robbi Faqqi karena menawar dengan harga tertinggi, Rp 11,5 juta. Sebelumnya, ada yang menawar Rp 5,5 juta, Rp 6 juta, Rp 6,5 juta, Rp 7 juta, Rp 7,5 juta, hingga Rp 10,5 juta.

Tidak hanya itu, Gus Mus juga melelang surban miliknya yang bermotif seperti yang biasa dikenakan oleh Presiden Palestina 1994-2004 Yasser Arafat. Sorban tersebut dibuka dengan harga awal Rp 500 ribu. “Ini saya beli dari negaranya (Yasser Arafat), Palestina,” katanya.

Saat menunjukkan sorban tersebut, Gus Mus mengatakan sudah sejak lama itu digunakannya. Ia mencontohkan penggunaannya, bisa sebagaimana Yasser Arafat mengenakannya atau seperti ulama Nusantara mengenakan sorban, diikatkan ke kepala.

Sorban ini terjual kepada pemilik akun Dwi Ermadi dengan harga Rp 3 juta. Sebelumnya, tak sedikit yang mengajukan penawaran untuk barang tersebut, mulai dari Rp 600 ribu, Rp 850 ribu, Rp 1 juta, Rp 2,5 juta, hingga Rp 2,6 juta.

Selain lukisan kaligrafi dan sorban tersebut, Ienas juga melelang barang-barang miliknya dan milik suaminya. Kegiatan amal itu disambut baik oleh khalayak dengan banyaknya penawaran yang masuk pada setiap barang dan ludes terjual.

“Alhamdulillaah. Semua barang yang kami tawarkan terjual hari ini. Semua hasilnya akan kami sumbangkan untuk penanganan COVID19,” tulis Ienas dalam akun Facebooknya pada Kamis (1/4) malam.

Ia pun menghaturkan rasa terima kasihnya untuk dua lelaki kesayangannya itu karena turut menyukseskan inisiasinya. “Terima kasih kepada Pak Lurah Pondok Ulil Abshar Abdalla dan Abah Ahmad Mustofa Bisri yang telah berkenan menyumbangkan benda-benda kesayangan,” lanjutnya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
 
BNI Mobile