Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Manfaatkan Kain Sisa, IPNU-IPPNU Kadur Bagikan Masker Gratis

Manfaatkan Kain Sisa, IPNU-IPPNU Kadur Bagikan Masker Gratis
Laila Firdausiyah, Ketua IPPNU Kadur, Pamekasan. (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Laila Firdausiyah, Ketua IPPNU Kadur, Pamekasan. (Foto: NU Online/Hairul Anam)

Pamekasan, NU Online

Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kadur, Pamekasan, Jawa Timur turut berperan aktif dalam menyikapi wabah virus Corona. Mereka melakukan kegiatan kemanusiaan dengan membagikan masker gratis yang sudah disterilkan. Aksi sosial bagi-bagi masker ini dipilih karena hingga saat ini masker mahal.

 

"Kami jahit sendiri dan memberikannya kepada masyarakat sekitar," ungkap Ketua IPPNU Kadur Laila Firdausiyah, saat ditemui di rumahnya, Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Jumat (3/4).

 

Kain yang dimanfaatkan buat masker, tambah bidan muda itu, selain berasal dari kain sisa juga hasil open donasi dari para dermawan. Terutama para alumni pengurus IPNU-IPPNU Kadur yang berpunya.

 

"Kami membuka ruang donasi kain perca dan masker, guna disalurkan untuk masyarakat. Kain tersebut dijahit menjadi masker dan disebarkan secara cuma-cuma. Alhamdulillah dapat apresiasi dari alumni dan masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua IPNU Kadur, Fathurrahman mengungkapkan, organisasinya bekerja sama dengan beberapa tailor atau penjahit. Dengan begitu, masyarakat turut berperan dalam menanggulangi wabah virus Corona.

 

"Dijamin steril, dicuci terlebih dahulu, meskipun sebenarnya kain tersebut bersih; tidak kotor karena sisa potongan kain tak terpakai," ungkapnya.

 

Gerakan kesadaran wujud kemanusiaan adalah spirit ikhtiar yang dilakukan para pelajar NU itu. Mereka juga menggandeng Gusdurian Pamekasan. Dengan begitu, sebaran pembagian masker gratis menjadi lebih luas, tapi dimaksimalkan di wilayah Kecamatan Kadur.

 

"Kami sumbangan pengurus, membuka ruang donasi, dan memberikan kepada masyarakat yang membutuhkan," terang Fathur.

 

Sumbangan pengurus untuk membeli kain perca buat masker, tambahnya, nominalnya tidak ditentukan. Tapi bersifat seikhlasnya sesuai kemampuan finansial pengurus.

 

"Tujuan sumbangan tersebut, di samping meringankan beban gerakan kami, juga sebagai manivestasi kemandirian berorganisasi. Itu yang kami pupuk dari awal dilantik hingga saat ini," sela Ela, panggilan akrab Lailatul Firdausiyah.

 

Sementara open donasi, tambahnya, dimaksudkan guna memberikan wadah bagi alumni, simpatisan, dan para dermawan untuk menyisihkan rezekinya untuk orang lain. Lagi-lagi, nominalnya tidak ditarget tapi seikhlasnya.

 

"Ada yang memberi dalam wujud uang. Kami manfaatkan buat beli kain guna dibikin masker. Ternyata memang banyak yang hendak berdonasi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, tapi kadang mereka tidak tahu hendak disalurkan bagaimana," paparnya.

 

Ila bersyukur dan berterima kasih kepada para pengurus. Sebab, tetap semangat berorganisasi dan berbakti kepada umat di tengah teror wabah virus Corona.

 

"Tentu dalam menjalankan aktivitas keorganisasian, kami tetap menjalankan prosedur pencegahan Covid-19. Kami tetap jaga jarak, bermasker, dan menggunakan hand sanitizer," tukasnya.

 

Kontributor: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile