PEDULI COVID-19

PCNU Pekalongan: Jangan Biarkan Masyarakat Takut Keluar Rumah

PCNU Pekalongan: Jangan Biarkan Masyarakat Takut Keluar Rumah
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (kanan) saat terima kunjungan Kasat Intel Polres Pekalongan Kota di Gedung Aswaja (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (kanan) saat terima kunjungan Kasat Intel Polres Pekalongan Kota di Gedung Aswaja (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah H Muhtarom mengatakan, dampak mewabahnya virus Corona (Covid-19) yakni memunculkan rasa ketakutan yang luar biasa bagi masyarakat.

"Secara psikologis, sebagian besar masyarakat ada rasa khawatir dan was-was akan tertularnya virus kepada diri mereka. Sehingga mereka takut keluar rumah. Tentu saja, akhirnya tidak bekerja dan tidak ada pendapatan untuk makan sehari-hari," ujarnya.

Kepada NU Online, Jumat (3/4) Muhtarom yang juga pengusaha batik menuturkan, yang paling terdampak munculnya wabah corona adalah pengusaha batik yang saban harinya memperkerjakan ratusan pekerja mingguan.

"Akibat dari itu semua, pekerja takut masuk. Batik tidak produksi. Sementara permintaan pasar berhenti. Kalau untuk warga kelas menengah tidak ada problem karena masih punya simpanan dana. Akan tetapi, bagi masyarakat buruh mengalami kesulitan," tandasnya.

Persoalan-persoalan seperti itu, menurut dia, harus ada jalan keluarnya. Melakukan pendampingan, misalnya, sehingga masyarakat yang belum banyak tahu tentang Covid-19 perlu diberi penyuluhan.
 

"NU Pekalongan sebagaimana telah diinstruksikan PBNU sudah bergerak sejak Jumat 10 Maret 2020 yang lalu. Kami mengedukasi masyarakat melalui Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU untuk melakukan penyuluhan seputar virus Corona," ungkapnya. 
 
Disampaikan, apa yang telah NU lakukan perlahan mental masyarakat kembali pulih. Mereka mulai bekerja mencari nafkah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaiman telah ditentukan Kementerian Kesehatan.

"Ini penting dilakukan. Sebab, masyarakat yang sebagian besar di Kota Pekalongan adalah pekerja buruh dengan bayaran setiap Kamis, kini sudah mulai masuk kerja. Tentu saja para pengusaha kembali bergairan untuk menjalankan roda bisnisnya," tutur Muhtarom.

Di tempat terpisah, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz yang hadir saat peresmian Posko NU Peduli mengatakan, selaku pribadi dan pimpinan daerah dirinya mengaku salut atas kesigapan NU dalam penanganan wabah Covid-19.   

"Saya sangat mengapresiasi langkah NU Kota Pekalongan mendirikan Posko NU Peduli. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan serta pendeteksian dini selain yang telah dilakukan Pemkot Pekalongan," ungkap Wali Kota.  

Pewarta: Abdul Muiz 
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile