'Makan Minum Gratis' Diluncurkan LAZISNU Nganjuk Selama Merebaknya Covid-19

'Makan Minum Gratis' Diluncurkan LAZISNU Nganjuk Selama Merebaknya Covid-19
Makan, minum gratis sebagai jawaban LAZISNU Nganjuk dalam membantu warga. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Makan, minum gratis sebagai jawaban LAZISNU Nganjuk dalam membantu warga. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Nganjuk, NU Online 
Sejumlah ikhtiar dilakukan untuk membantu warga kelas bawah yang sangat terdampak dari mewabahnya virus Corona. Kegiatan penyemprotan dan sejenisnya sudah dilakukan di berbagai tempat demi memastikan bahwa vitrus dapat dikarantina. 
 
Permasalahan bukannya telah selesai karena imbas Covid-19 berikutnya adalah tertutupnya income warga. Hal tersebut terjadi lantaran warga tidak diperkenankan keluar rumah, sehingga membuat ekonomi masyarakat menjadi lesu.
 
Secercah harapan muncul lantaran NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Nganjuk Jawa Timur memiliki program Jumat Berkah yang salah satunya adalah memberikan makan dan minum gratis.
 
“Ini menjadi program unggulan NU Care-LAZISNU Kecamatan Kertosono Nganjuk yang kegiatannya adalah membagikan makanan dan minuman gratis di area jalan Gatot Subroto Kertosono,” kata Muhlisin, Sabtu (4/4). 
 
Dalam menjalankan program tersebut, NU Care-LAZISNU Kertosono dalam mendukung pencegahan menyebaran Covid 19, pihaknya menyediakan hand sanitizer, disinfektan dan masker kepada masyarakat sekitar.
 
“Termasuk tentunya dengan pembagian makan gratis,” ungkapnya. 
 
Pengurus NU Care-LAZISNU Kertosno ini menjelaskan separuh masker tersebut dibagikan di tiga titik yakni di kawasan depan RSUD Kertosono, traffic light dan depan pasar lama Kertosono.
 
“Tujuan kegiatan Jumat Berkah ini memungkinkan kita berbagi sarana untuk saling berbagi kemaslahatan kepada saudara-saudara kita,” katanya.
 
Dirinya menambahkan target dari program makan minum gratis (Mamitis) serta pembagian cairan desinfektan dan masker adalah masyarakat sekitar. Dari mulai tukang becak, kuli bangunan, pedagang pasar dan tukang sampah.
 
Dikatakannya, program tersebut dijalankan rutin setiap Jumat Pagi dengan dibantu sejumlah relawan. Dan kegiatan mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, khususnya warga yang menerima bantuan.
 
Karena itu dirinya akan mengembangkan program ini di sejumlah lokasi lain. Karena untuk Nganjuk sendiri setidaknya ada 20 kecamatan yang tentu saja kebutuhannya terkait hal ini sama.
 
“Kami berharap kegiatan itu bisa dilanjutkan sekaligus diduplikasi di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk,” ungkapnya.
 
Pada saat yang sama, dirinya berharap partisipasi sejumlah kalangan, khususnya mereka yang memiliki penghasilan lebih untuk turut peduli.
 
"Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi syiar bagi kalangan kaya membantu yang kurang mampu," tutupnya. 
 
Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile