Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hadapi Covid-19, LAZISNU Jombang Siapkan 6 Ton Lebih Beras untuk Warga

Hadapi Covid-19, LAZISNU Jombang Siapkan 6 Ton Lebih Beras untuk Warga
Sekretaris PC LAZISNU Jombang, Nasrulloh Fakhruddin (kiri) mengecek paket beras. (Foto: NU Online/Syamsul Arifin)
Sekretaris PC LAZISNU Jombang, Nasrulloh Fakhruddin (kiri) mengecek paket beras. (Foto: NU Online/Syamsul Arifin)
Jombang, NU Online
Setelah cairan disinfektan dan hand sanitizer atau gel pembersih tangan usai didistribusikan kepada masyarakat, kini Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan paket beras sebanyak 6, 3 ton.
 
Sejumlah paket itu nantinya akan dibagikan kepada warga NU yang berada di setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang seluruhnya berjumlah 21 MWCNU. Teknis pembagian paket masih sedang disusun pengurus. Yang pasti, LAZISNU akan melibatkan beberapa kader NU yang ada di lembaga atau badan otonom (Banom) NU.
 
Sekretaris PC LAZISNU Jombang, Nasrulloh Fakhruddin mengungkapkan, dari 6,3 ton beras tersebut dikemas menjadi 2.100 paket kemasan dengan berat 3 kg. "Setiap MWCNU nanti akan dapat 100 paket beras LAZISNU Jombang," katanya kepada NU Online di kantor PC LAZISNU Jombang, Senin (6/4).
 
Pria yang kerap disapa Nasrul itu memastikan dalam bulan ini semua paket sudah terdistribusi ke masing-masing pengurus MWCNU. Pasalnya, di samping beras sudah berada di kantor LAZISNU, beras itu juga sudah rapi dalam kemasan per paket.
 
"Pengurus LAZISNU tinggal menempelkan logo paket beras. Hari ini sudah mulai dibuatkan dan ditempelkan," jelasnya.
 
Nasrul menjelaskan, segala upaya yang dilakukan LAZISNU belakang ini adalah wujud konkret Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang melalui LAZISNU untuk membantu masyarakat bawah, baik dari sisi pencegahan terhadap wabah virus corona (Covid-19), ataupun dari aspek ekonomi mereka.
 
"Karena Covid-19 ini tentu berdampak tidak hanya pada sisi medis atau kesehatan manusia, melainkan juga berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama mereka yang hanya memiliki penghasilan pas-pasan," ucapnya.
 
Ia mengajak kepada masyarakat agar saling membantu antarsesama sesuai kemampuannya masing-masing. Menurutnya banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona sekaligus mencari solusi menyelesaikan dampak ekonomi masyarakat kurang mampu.
 
"Bagi kalangan dermawan misalnya, perlu banyak menyisihkan rezekinya untuk pencegahan Covid-19, juga membantu memikirkan ekonomi masyarakat di bawah. Semua pihak tidak boleh diam sepanjang Covid-19 masih mewabah," pungkasnya.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
Posisi Bawah | Youtube NU Online