Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Imbas Covid-19, IAI Al-Aziziyah Samalanga Aceh Gelar Kuliah Online

Imbas Covid-19, IAI Al-Aziziyah Samalanga Aceh Gelar Kuliah Online
Kampus IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Aceh. (Foto: NU Online/Helmi)
Kampus IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Aceh. (Foto: NU Online/Helmi)
Bireuen, NU Online
Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Aceh, melaksanakan perkuliahan dengan model dalam jaringan atau daring yakni online. Hal itu ditempuh untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan kampus setempat.
 
“Tindakan ini merupakan upaya minimalisir dampak dan pencegahan, salah satunya dilakukan dengan membatasi pertemuan langsung atau tatap muka untuk sementara waktu,” kata Tgk Riandi Syafri, Ahad (5/4).
 
Humas IAIA Samalanga ini juga menambahkan sebelumnya kampus telah menerbitkan surat edaran tentang kebijakan IAIA Samalanga dalam upaya pencegahan Covid-19.
Lewat edaran itu kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan sistem online atau penugasan secara mandiri. Sedangkan untuk pendaftaran mahasiswa baru, sidang proposal, komprehensif dan lainnya juga demikian.
 
“Kegiatan akademik seperti seminar, lokakarya, workshop dan aktivitas organisasi kemahasiswaan ditunda pelaksanaannya dengan waktu yang akan ditentukan kemudian,” ungkap doktor kelahiran Jambi itu.
 
Berkaitan dengan pembatasan tatap muka dalam proses perkuliahan, Wakil Rektor l Tgk Muhibuddin, menerangkan perkuliahan secara online dilakukan dengan portal e-learning.
 
“Juga bisa dilakukan dengan google class room, whatsapp group, dan media sosial lainnya,” ungkap kandidat doktor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini.
 
Pria yang juga guru senior DJA Kuta Glee Batee Iliek juga menguraikan proses pembelajaran e-learning harus memuat tiga komponen meliputi, materi perkuliahan, forum diskusi, serta tugas dan kuis.
 
“Sebagian dosen, waktu pelaksanaannya mengikuti jadwal perkuliahan yang telah ada dan ada juga yang disesuaikan dengan kesepakatan dan komunikasi dosen dengan mahasiswa,” terangnya.
 
Catatan NU Online, kini di bawah kepemimpin Tgk Muntasir AKadir, yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bireuen, keberadaan IAI Al-Aziziyah yang berlokasi di Samalanga, Bireuen terus berkembang. Ragam terobosan telah dilakukan, sehingga setiap tahun peminatnya kian banyak. 
 
Kampus ini telah membuka 3 fakultas dengan 9 program studi. IAI Al-Aziziyah bisa disebut memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, karena ciri khas kedayahan kampus sangat terasa. Ditambah lagi, mayoritas dari mahasiswanya adalah para santri yang sudah menyelesaikan pendidikan tingkat aliyah di Dayah MUDI Mesjid Raya dan Dayah lainnya di Aceh. 
 
Latar belakang pendidikan tersebut menjadikan mereka mengusai Bahasa Arab dan materi ilmu pengetahuan agama seperti fiqih, ushul fiqih, tauhid  dan ilmu keislaman lain. Keadaan ini sangat mendukung proses belajar lanjutan di lokal perkuliahan. 
 
Bahkan untuk tahun akademik 2014/2015, IAI Al-Aziziyah secara khusus membuka kelas lanjutan Alumni Ma’had Ali Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga untuk Prodi Syariah Ahwal Al-Syakhsyiyyah yang hanya menyisakan beberapa mata kuliah untuk akhirnya alumni kelas tersebut akan mendapatkan ijazah sarjana.
 
 
Kontributor: Helmi Abu Bakar
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile