Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember Bagikan 1000 Paket Sembako dan 10.000 Masker

NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember Bagikan 1000 Paket Sembako dan 10.000 Masker
Relawan NU Peduli Covid-19 Ambulu, Jember dengan latar belakang mobil berisi paket sembako dan tempat cuci tangan. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Relawan NU Peduli Covid-19 Ambulu, Jember dengan latar belakang mobil berisi paket sembako dan tempat cuci tangan. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Covid-19 tidak hanya menghunjam kegundahan di tengah-tengah masyarakat, namun juga membuat ekonomi warga semakin terpuruk. Betapa tidak, kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk menekan penularan Covid-19, seperti larangan adanya keramaian dan pembatasan jam operasional pasar tradisional, jelas-jelas menggerus penghasilan warga. Akibatnya saat ini banyak lahir orang susah baru.

 

Itulah yang melatarbelakangi aktivis NU yang tergabung dalam NU Peduli Covid-19 Ambulu untuk membagi-bagikan 1000 paket sembako, 10.000 masker, dan 100 tempat cuci tangan, Senin (6/3).

 

Paket sembako dan masker itu dibagikan di seputar kota Ambulu, pasar, alun-alun, dan warga desa. Untuk menghindari terjadinya kerumunan massa, NU Peduli Covid-19 Ambulu menurunkan puluhan relawan untuk membagikan sembako dan masker-masker itu. Merekalah yang bergerak mendatangi calon penerima di jalan dan rumah-rumah warga.

 

Sedangkan tempat cuci tangan dibagikan di 100 titik di Kecamatan Ambulu, yakni tempat-tempat keramaian, masjid dan mushala.

 

“Jadi memang kita buat sedemikian rupa pembagiannya agar tidak terjadi kerumunan massa,” ujar Ketua NU Peduli Covid-19 Ambulu, H Heru Muhtadi kepada NU Online di sela-sela aksi sosial itu.

 

Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kecamatan Ambulu tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tidak hanya fokus dalam penyemprotan disinfektan, tapi juga berusaha mengumpulkan dana untuk kebutuhan pembelian sembako. Sebab, begitu banyak warga yang terpukul karena ekonominya tergerus akibat munculnya Covid-19.

 

“Sekarang ada dua masalah besar yang mesti kita perhatikan. Yaitu mencegah penularan Covid-29 dan menanggulangi dampak ekonomi akibat virus tersebut. Kedua-duanya sama penting kita antisipasi,” tambahnya.

 

H Heru berharap agar masyarakat tidak memandang Covid-19 sebagai hal yang sepele, sehingga meremehkan, bahkan mengacuhkan aturan-aturan yang telah dibuat pemerintah untuk mencegah meluasnya Covid-19.

 

“Mari kita ikuti anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19. Kalau kita bisa menahan diri untuk tidak melanggar aturan pemerintah, insyaallah Covid-9 segera pergi,” ulasnya.

 

Walaupun demikian, masyarakat juga tak perlu panik. Sebagai orang beragama, kata H Heru, apa yang terjadi di muka bumi ini tentu sudah ada dalam desain Allah. Oleh kaena itu, tak sepatutnya Covid-19 disikapi dengan kepanikan yang berlebihan.

 

“Kita berusaha menghindari Corona, lalu kita pasrah kepada allah,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile