Seorang Bayi di Saudi Sembuh dari Virus Corona

Seorang Bayi di Saudi Sembuh dari Virus Corona
Foto: saudigazette
Foto: saudigazette
Riyadh, NU Online
Kabar gembira datang dari Arab Saudi. Pasalnya, seorang pasien termuda di negara itu dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19), setelah menjalani perawatan beberapa pekan di sebuah rumah sakit.

Nama pasien tersebut adalah Khalid. Dilaporkan media lokal, dikutip dari laman Alarabiya, Senin (6/4), Khalid terinfeksi virus corona ketika usianya baru empat hari. Khalid kemudian dirawat di sebuah rumah sakit di Saudi.

Setelah beberapa pekan dirawat, Khalid dinyatakan sembuh. Dia kemudian diangkut dengan mobil ambulans dan dibawa ke rumah keluarganya di sebuah kota bernama al-Duwadimi, Provinsi Riyadh. Video pemulangan Khalid tersebut bereda luas di media sosial.

Seorang bayi di Hong Kong yang berusia 40 hari juga menjadi salah satu pasien termuda yang terinfeksi virus corona. Kedua orang tuanya negatif virus corona. Dia terpapar virus corona setelah salah seorang teman orang tuanya—yang positif—memeluknya pada 20 Maret lalu. Dilaporkan, kondisi bayi tersebut stabil.

Merujuk data worldometers, hingga hari ini, Selasa (7/4), total kasus virus corona di Arab Saudi mencapai 2.752, di mana 551 sembuh dan 38 meninggal. 

Saudi mengambil beberapa langkah untuk memerangi penyebaran virus corona. Di antaranya menerapkan jam malam, menutup akses masuk dan keluar (lockdown) Kota Makkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah, melarang shalat berjamaah di masjid, menghentikan penerbitan visa umrah, dan menghentikan penerbangan internasional. 

Bahkan pada 1 April lalu, Menteri Urusan Haji dan Umrah, Muhammad Saleh bin Taher Banten, meminta negara-negara di dunia bersabar dalam menyimpulkan kontrak haji tahun ini sampai keadaan (Covid-19) menjadi jelas. 

Menurutnya, sebetulnya pihak Kerajaan siap memberikan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah. Namun di tengah pandemi Covid-19, Kerajaan terpanggil untuk lebih melindungi kesehatan umat Islam. 

"Oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas," kata Muhammad Saleh seperti dikutip dari laman AFP dan BBC, Rabu (1/4).
 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile