Masker Produksi Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember Dilengkapi ‘Hizb’

Masker Produksi Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember Dilengkapi ‘Hizb’
Tim Relawan Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember dengan makser buatannya. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Tim Relawan Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu Jember dengan makser buatannya. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur telah meluncurkan lebih 10.000 masker, Senin (6/4). Sepuluh ribu lebih masker itu dibagikan secara cuma-cuma kepada warga di sekitar kota Ambulu dan desa-desa lain di sekitarnya.

 

Menurut Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu, H Heru Muhtadi, ribuan masker itu dibuat oleh 11 orang penjahit. Setiap penjahit ditarget memproduksi 1.200 lembar masker.

 

“Dalam waktu sekitar 10 hari, pembuatan masker selesai, dan semua memenuhi target,” jelasnya.

 

Kendati dibuat secara manual, namun masker-masker itu dijamin higienis. Sebelum dijahit, kainnya dicuci dengan sabun anti kuman, disetrika, dan sebagainya. Sedangkan tukang jahitnya, selalu membasuh tangannya dengan sanitizer. Tidak cukup sampai di situ, untuk memberi perlindungan yang maksimal kepada pengguna, masker itu masih dilapisi kain halus seperti tissu basah.

 

“Dan yang penting, masker itu sebelum dipakai, diisi dengan hizb terlebih dahulu,” jelas H Heru.

 

Ya, ribuan masker tersebut ternyata bukan sekadar masker biasa, tapi sudah ‘diisi’ dengan hizb penolak penyakit. Pengisinya adalah Kiai Imam Syafi’i, Wakil Katib Syuriyah MWCNU Ambulu. Sebelum dijahit menjadi masker, kain itu disemprot dengan air yang sudah dibacakan surat-surat pendek, atau penyemprotannya dilakukan setelah jadi masker.

 

“Tidak perlu basah, yang penting masker atau kain itu sedikit basah, dan bisa langsung dipakai, insyaallah penyakit gak mempan. Percayalah, Allah yang mengatur semuanya,” ucapnya.

 

Menurut Kiai Imam, di kalangan warga NU soal ‘isi-mengisi’ itu sudah tak asing lagi. Nahdliyin biasa memperlakukan secara isitimewa benda-benda yang dianggap keramat, dan memiliki fungsi penguat spritualitas jiwa seseorang. Yang penting, lanjutnya, pemakai benda itu tak pernah menganggap bahwa benda itulah yang memberikan manfaat, atau memberikan perlindungan dari bahaya yang mengancam.

 

“Tidak ada yang salah dengan pemahaman seperti itu. Kita tetap yakin bahwa yang bisa memberikan manfaat atau melindungi kita, hanyalah Allah. Benda itu hanya wasilah (perantara) saja,” urainya.

 

Kiai Imam lalu menganalogikan dengan obat. Obat hanya wasilah untuk seseorang bisa sembuh dari penyakitnya. Intinya tetap Allah yang memberikan kesembuhan. Buktinya, banyak orang yang minum obat tapi belum sembuh penyakitnya.

 

“Obat sama dengan keris, hanya wasilah. Kita tidak percaya kepada keris, tapi bahwa Allah menunjukkan kekuasaan-Nya lewat keris, itu bukan hal yang mustahil,” urainya.

 

Selain masker, Satgas NU Peduli Covid-19 Ambulu juga membagikan 1000 paket sembako senilai Rp35.000/paket, yang terdiri dari beras 2,5 kilogram, 1 liter minyak goreng, dan dua bungkus mie instan.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile