Diserahkan, Seribu Alat Pelindung Diri LAZISNU Jatim untuk Dokter Pejuang

Diserahkan, Seribu Alat Pelindung Diri LAZISNU Jatim untuk Dokter Pejuang
Penyerahan Alat Pelindung Diri atau APD di RSI Siti Jemursari Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Penyerahan Alat Pelindung Diri atau APD di RSI Siti Jemursari Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Surabaya, NU Online
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur melalui Satuan Tugas (Satgas) NU Jatim Tanggap Covid-19 membagikan seribu APD (Alat Pelindung Diri). Pemberian ini adalah dari masyarakat yang mendonasikan sebagian hartanya untuk mendukung perjuangan dokter melawan Covid-19. 
 
"APD ini menjadi keluhan para dokter, sebab mereka yang menangani pasien Covid-19 bagaikan perang tanpa sengaja. Karenanya melalui NU Care-LAZISNU Jawa Timur membuka donasi bagi masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki," kata A Afif Amrullah, Senin (6/4). 
 
Ketua NU Care-LAZISNU Jatim ini menambahkan APD akan dibagikan ke semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Timur. 
 
"Saat ini kami membagian APD tahap pertama di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, Jemursari Surabaya dan RSUD Dr Soetomo Surabaya," jelasnya.
 
Bantuan APD tidak hanya diberikan kepada rumah sakit milik NU. Melainkan ke sejumlah rumah sakit Islam yang ada di Jawa Timur, bahkan rumah sakit milik pemerintah daerah.
 
“Jadi kita tidak hanya memikirkan NU, tetapi memikirkan rakyat Jawa Timur, sehingga program kemanusiaan ini bermanfaat untuk warga,” ujarnya.
 
Dokter Rochmad Romdhoni, Direktur Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya mengucapkan terima kasih kepada para donatur lantaran keberadaan APD sangat dibutuhkan para dokter. 
 
"Dengan adanya bantuan APD ini sangat membantu para dokter menangani pasien Covid-19," kata dokter Rochmad Romdhoni setelah menerima APD dari PWNU Jatim.
 
Sementara Bagian Instalasi Farmasi RSUD Dr Soetomo, Mariyatul Qibtiyah sangat mengapresiasi gerakan kemanusiaan yang dilakukan NU Care-LAZISNU Jawa Timur. 
 
"APD ini sangat membantu para dokter, karena merekalah garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19," katanya.
 
Sedangkan dokter H Hidayatullah mengatakan di RSI Siti Hajar sendiri menyediakan APD untuk 3 hingga 4 hari. Setiap harinya APD yang dibutuhkan sekitar 10 hingga 15 buah. Padahal merawat pasien paling tidak dibutuhkan 10 hingga 14 hari. 
 
"Jika setelah itu tidak ada stok tambahan, kami sangat kesulitan untuk merawat pasien,” ungkap Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo tersebut.  
 
Sementara dokter Edy Suyanto selaku Ketua Satgas NU Jatim Tanggap Covid-19 mengatakan bahwa bantuan sengaja diberikan oleh PWNU Jawa Timur kepada rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Dengan harapan, APD tersebut dapat digunakan tim medis maupun dokter saat menangani pasien akibat virus Corona. 
 
Menurutnya, program kemanusian membantu para dokter yang berjuang melawan Covid-19 ini akan terus berjalan. 
 
"Kami masih membuka peluang kepada siapapun untuk bergabung membantu melindungi para pahlawan medis ini melalui donasi online di www.s.id/pahlawanmedis," pungkasnya. 
 
Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile