Hasil Lelang, Putri Gus Mus Salurkan 92 Juta Tangani Covid-19

Ienas Tsuroiya bersama ayahnya, KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: NU Online)
Ienas Tsuroiya bersama ayahnya, KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: NU Online)
Ienas Tsuroiya bersama ayahnya, KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: NU Online)
Jakarta, NU Online
Ienas Tsuroiya berhasil mengumpulkan dana Rp 92.650.000 dari kegiatan lelang beragam barang yang digagasnya. Hal itu ia sampaikan melalui akun Facebook miliknya pada Selasa (7/4). Seluruh dana tersebut digunakan untuk amal dalam rangka penanganan wabah Covid-19.
 
"Buat teman-teman yang mungkin belum tahu, lelang amal ini digelar sebagai upaya untuk menggalang dana. Semua hasilnya akan disumbangkan untuk penanganan wabah COVID19, baik untuk pengadaan APD untuk tenaga medis maupun untuk membantu warga yang terdampak wabah," katanya pada Senin (6/4).
 
Adapun barang yang dilelang tidak saja miliknya, tetapi tak sedikit juga para tokoh yang menyumbangkan kepunyaan pribadinya. Suaminya sendiri, Gus Ulil Abshar Abdalla, melelang dua blangkon dan sarung batik yang biasa ia kenakan saat Ngaji Ihya Ulumiddin, serta tasbih miliknya. KH Ahmad Mustofa Bisri, ayahnya, juga turut menyumbangkan kaligrafi karyanya, sorban khas Yasser Arafat yang dibelinya dari Palestina, tasbih istimewanya, hingga jam tangannya.
 
Selain Gus Mus, Quraish Shihab juga turut melelang baju koko dan sarung miliknya. Tak ketinggalan Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin yang turut melelang lima sarung batiknya yang kerap ia kenakan saat memberikan ceramah saat menjadi menteri.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas juga turut menyemarakkan inisiasi sepupunya itu dengan melelang barang-barang miliknya, seperti tongkat komando, korek Zippo, hingga Rosario yang didapatnya dari Vatikan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin Maimoen Zubair juga melelang baju batiknya.
 
Penyaluran Dana
Ienas melaporkan penyaluran dana yang telah ia kumpulkan melalui lelang barang. Pertama, ia menyalurkan dana ke Pesantren Motivasi Indonesia yang diasuh oleh KH Nurul Huda Enha. Pesantren tersebut memiliki program berbagi sembako untuk warga yang terdampak wabah Covid-19.
Selain itu, dana juga disalurkan melalui Zahrotur Riyad, seorang dokter gigi sekaligus aktivis yang tinggal di Batam. Selain memiliki program bagi sembako, ia juga, katanya, mengusahakan APD untuk tenaga medis.

Ienas juga menyalurkan dana hasil lelang tersebut ke dr Saskia SasQa SasQa. "Bersama teman-teman sejawatnya, dokter ahli jantung ini mengusahakan APD untuk tenaga medis di beberapa puskesmas di Surabaya," tulisnya.
 
Di samping itu, putri sulung Gus Mus itu juga menyalurkan dananya ke Diana Jirjis. Ia menjelaskan bahwa dengan latar belakang pendidikannya di Fakultas Teknik Kimia, perempuan yang akrab disapa Nana itu membuat pembersih tangan (hand sanitizer) untuk para santri Krapyak dan warga sekitar pondok pesantren.
 
"Belakangan, bersama para santri yang tersisa (banyak yang sudah pulang ke rumah orangtua masing-masing), Mbak Nana membuat face shield, pelindung wajah untuk para tenaga medis," katanya.
 
Dana itu juga disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU). Lembaga ini, menurutnya, mempunyai beberapa program yang berkaitan dengan wabah Covid-19, seperti penyemprotan disinfektan rumah ibadah, pembagian sembako, dan pengadaan APD untuk tenaga medis.
 
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile