Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cerita Yuyun Nurhayati Warga Kukar yang Sembuh dari Covid-19

Cerita Yuyun Nurhayati Warga Kukar yang Sembuh dari Covid-19
Yuyun Nurhayati menghadirkan pikirian positif serta keyakinan untuk bisa sembuh dari Covid-19. (Foto: Istimewa)
Yuyun Nurhayati menghadirkan pikirian positif serta keyakinan untuk bisa sembuh dari Covid-19. (Foto: Istimewa)
Jakarta, NU Online
Banyak orang yang merasa khawatir jika sampai terkena virus Corona (Covid-19). Karena itu, kesembuhan pasien yang pernah dinyatakan positif Corona, menjadi hal yang sangat diharapkan, salah satunya oleh Yuyun Nurhayati.

Perempuan 37 tahun, warga Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, itu menuturkan rasa syukur dan bahagianya, dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kepada NU Online, Yuyun pun menceritakan awal mula bagaimana dirinya sampai dikonfirmasi positif Covid-19.
 
Yuyun yang bekerja di KPUD Kukar, pada awal Maret 2020 sedang dihadapkan dengan padatnya kegiatan, terkait persiapan Pilkada di Kutai Kartanegara. Pada tanggal 7-9 Maret 2020, ia mengikuti kegiatan di Balikpapan. Waktu itu, dia mengaku sudah merasa agak pusing. Dia berpikir, rasa pusingnya bisa diatasi dengan minum vitamin dan istirahat. 
 
Usai kegiatan di Balikpapan, tanggal 9 Maret 2020, Yuyun bersiap-siap meneruskan kegiatan di Jakarta. Ia  berangkat pukul 11.00 WIB ke bandara Balikpapan menuju Jakarta. Tiba di lokasi acara pukul 21.00 WIB malam itu, ia merasa badan merasa kurang fit, sehingga minum vitamin. Besoknya ia mengikuti sehari penuh kegiatan sampai tengah malam. 
 
"Tanggal 10 Maret saya cek kesehatan tensi kok turun. Biasanya 120/80 ini 100/50, saya merasa enggak fit banget. Saya minum obat penambah darah, lalu merasa nyaman lagi," kisahnya.

Tanggal 12 Maret, ia merasakan demam, sehingga pada 13 Maret, ia memutuskan untuk berobat dan memeriksakan diri di klinik terdekat. Dari pihak klinik meminta Yuyun jika dalam dua hari masih merasakan batuk dan demam, agar meneruskan pemeriksaan ke rumah sakit.
 
"Tanggal 16 Maret saya merasa demam dan pusing lagi, jadi saya inisiatif ke rumah sakit. Saya berharap negatif dan segera sembuh karena tahapan Pilkada sudah dimulai. Bekerja untuk persiapan Pilkada ini sebagai motivasi awal saya," lanjut Yuyun.

Di rumah sakit, ia pun mengikuti pemeriksaan swab, periksa darah, dan rontgen. Tanggal 18 Maret malam hari, ia merasa badannya mulai linu-linu pada bagian punggung serta bahu kanan dan kiri.
 
"Saya merasa ini firasat positif, karena belum pernah merasakan sakit model begini. Pagi harinya, tanggal 20 Maret saya dinyatakan positif," kata Yuyun.

Yuyun termasuk dua pasien awal Covid-19 di Kukar. Sesuai dengan protokoler penanganan Covid-19, ia harus mengikuti pemberlakuan isolasi. Karena saat itu ia berada di rumah, pihak Dinkes Kuker dan rumah sakit menawarkan apakah akan dijemput atau berangkat sendiri. Agar tidak menimbulkan kekhawatiran warga sekitar, ia memilih berangkat diantar suaminya, Sidiq dengan sepeda motor.
 
"Setiba di rumah sakit, suami disuruh mandi dan mengganti semua pakaiannya. Lalu suami dipinjami pakaian dari rumah sakit, baru diperkenankan pulang," katanya.
 
Yuyun menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit Aji Muhammad Parikesit, salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien positif Covid-19. Dari 20 Maret hingga lima hari berikutnya, ia dirawat di rumah sakit tersebut, hingga kemudian dipindahkan ke Wisma Atlet Tenggarong. Tanggal 4 April 2020, Yuyun pun dinyatakan sembuh dari Covid-19.
 
Selama masa isolasi, Yuyun mengikuti semua arahan dari tim medis. Ia mengaku pada awalnya sangat sedih. Ia pun beberapa kali menangis. Justru, itu yang membuat imunnya menurun.

"Saya syok, sedih, beberapa kali menangis. Itu membuat imun menurun. Kepala semakin pusing, ketika jalan mau jatuh habis nangis," tuturnya.
 
Tim medis menasihati agar tidak sedih, selain makan dan minum sesuai dengan yang diberikan. Sehingga pada esok harinya, keadaannya pun mulai membaik.
 
"Saat diisolasi saya tidak banyak beraktivias, atau membuka gadget dan informasi terus menerus. Sebaiknya lebih ke hal-hal yang positif, olahraga di bawah sinar matahari walaupun olahraga ringan. Itu terus dilakukan selama di Wisma Atlet," katanya.
 
Mantan Ketua IPPNU Kukar ini pun tak lupa mendekatkan diri dengan beribadah dan mengamalkan dzikir-dzikir serta shalawat.
 
"Sambil beribadah mengamalkan shalawat seperti yang diajarkan Habib Luthfi bin Yahya," imbuh perempuan kelahiran, Kertosono, Jawa Timur ini.
 
Tak kalah pentingnya, ia menghadirkan pikirian positif serta keyakinan untuk bisa sembuh. Tanggal 4 April 2020, Yuyun pun dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan kembali pulang ke rumahnya.
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi
BNI Mobile