Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Cegah Covid-19, Fatayat NU Jepara Gelar Edukasi di Radio

Cegah Covid-19, Fatayat NU Jepara Gelar Edukasi di Radio
Fatayat NU Jepara edukasi warga seputar wabah Covid-19 di Radio (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)
Fatayat NU Jepara edukasi warga seputar wabah Covid-19 di Radio (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)
Jepara, NU Online
Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menggelar talkshow kesehatan bekerjasama dengan Radio R-Lisa 94,7 FM Sabtu (11/4) kemarin. 

Talkshow dengan tema 'Fatayat Peduli Sehat, Kenali Gejala dan Pencegahan Covid-19' merupakan hasil kerja bareng Fatayat NU Jepara bersama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jepara  bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
 
Sebagai narasumber dalam talkshow Ketua PC Fatayat NU Jepara Nanik, Wakil Ketua Bidang Kesehatan PC Fatayat NU Jepara Novi, dan Ketua LDNU Jepara, K Abdul Wahab Saleem. Juga narasumber via daring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, dr Fahrudin.
 
Ketua PC Fatayat NU Jepara Nanik menyampaikan, upaya Fatayat NU Jepara dalam  pencegahan Covid-19 sudah dilakukan dengan membagikan masker kepada anggota dan pengurus PAC Se-Kabupaten Jepara. Juga turut memberikan edukasi terkait dengan Covid-19.
 
"Fatayat NU harus menjadi pionir dan memberikan contoh dalam masyarakat untuk mencegah dengan cara memakai masker," kata Nanik dalam talkshow yang dipandu Miqdad Sya'roni. 
 
Wakil Ketua Bidang Kesehatan PC Fatayat NU Jepara, Novi Gizie menyampaikan,  dalam mensosialisasikan pencegahan Covid-19 di antaranya mencuci tangan yang baik dan benar. 
 
"Upaya kita yang sudah dilakukan dalam mensosialisasikan cuci tangan yaitu dengan 'Tepung Sela Cipuput' yakni  Te: telapak tangan. Jadi yang dicuci pertama adalah telapak tangan. Kemudian, Pung: Punggung tangan juga dicuci setelah telapak tangan," paparnya.
 
"Sela: Di sela-sela jadi juga dibasuh dan dicuci dengan air yang mengalir. Ci: Kunci, atau disapu rancang di sela jari supaya lebih merata. Dan Puput: Putar-putar dengan ujung jari dan sampai ujung jari harus bersih semuanya," imbuhnya.
 
"Dan itu semua dilakukan secara 20 detik dengan menggunakan sabun dan air mengalir supaya bakteri, kuman, dan virus bisa hilang," tambah Novi. 
 
Ketua LDNU Jepara K Abdul Wahab Saleem mengungkapkan, dalam menghadapi pandemi yang bisa dikatakan bencana bersama kita tidak perlu panik, lebih lebih para tokoh-tokoh di kampung yang terkadang menjadi sasaran pertanyaan dan pendapat atau apa pun di masyarakat ini harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. 
 
"Lebih-lebih para pendai harusnya turut memberikan edukasi dan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat," ungkapnya. 
 
"Para ulama harus satu komando untuk menghadapi situasi saat ini karena memang menjadi pandemi yang global di seluruh dunia. Kalau kemarin-kemarin biasanya ukuran kesalehan itu bagi mereka yang selalu kelihatan di masjid-masjid dan majelis-majelis. Saat ini kita diuji, karena masjid dan majelis 'ditutup' bisa apa tidak kita menjadi shalih hanya dengan di rumah saja?" tambah K Wahab.

Dikatakan, dengan adanya wabah Covid-19 ini menjadikan budaya baru bagi kita semuanya, khususnya para kiai-kiai NU yang saat ini dalam menghadapi situasi ini melakukan istighosah secara daring dan ini akan memunculkan budaya baru karena saat ini hampir semua orang memegang alat komunikasi.
 
"Ini menjadi sangat efektif untuk mendakwahkan Islam," tuturnya. 
 
Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dr Fahrudin mengungkapkan, saat ini Kabupaten Jepara sudah terkonfirmasi yang positif 2 orang, Kecamatan Keling dan Tahunan sudah menjadi zona merah.
 
"Pencegahan Covid-19 dimulai dari diri kita sendiri untuk memutuskan mata rantai virus. Saat ini kita tetap waspada dan mengantisipasi tidak berkerumun dan paling penting jika saat ini sehat tidak perlu datang ke rumah sakit atau puskesmas, bisa jadi anda datang sehat pulang menjadi sakit, karena di rumah sakit atau puskesmas kadang ada virus-virus," tandasnya. 
 
Kontributor: Syaiful Mustaqim
Editor: Abdul Muiz

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya